Laman

Kamis, 21 Januari 2016

Islam Dan Lingkungan

�� BimbinganIslam.com
Sabtu, 22 Rabi'ul Awwal 1437 H / 02 Januari 2016 M
�� Materi Tematik
�� Ustadz 'Abdullāh Zaen, MA
�� Ceramah Singkat | Islam Dan Lingkungan
⬇️ Download audio: https://goo.gl/4rbzpP

Sumber:
http://yufid.tv/2433-ceramah-dan-tausiyah-agama-islam-dan-lingkungan.html
➖➖➖➖➖➖

ISLAM DAN LINGKUNGAN

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين أم بعد

Pedulikah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan lingkungannya?

Kepedulian terhadap lingkungan saat ini terkesan hanya merupakan perbuatan atau monopolinya orang-orang barat, sehingga seakan-akan orang Islam itu tidak peduli dengan lingkungan.

Apakah benar bahwasanya Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk tidak peduli terhadap lingkungan kita?

Mari kita cermati beberapa hadits yang akan saya bawakan berikut.

■ HADITS PERTAMA

Sabda Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, kata beliau:

مَا مِن مُسلم يَغرِسُ غَرْسًا أو يَزرَعُ زَرْعًا فيأكُلُ مِنه طَيرٌ أو إنسَانٌ أو بهيْمَةٌ إلا كان لهُ بهِ صَدقَةٌٌ

"Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman/pohon kemudian ada burung atau manusia atau binatang yang lainnya, yang memakan buah dari tanaman/pohon yang dia tanam, melainkan itu akan terhitung (sebagai) shadaqah buat mereka yang menanamnya."

Hadits ini bisa kita simpulkan (bahwa) betapa besar perhatian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam terhadap lingkungannya.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memotivasi kita untuk mengadakan sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan

Apa? Pohon?

Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam memotivasi kita untuk menanam pohon dan Nabi menjelaskan kalau kita punya pohon dan ada buahnya kemudian dimakan oleh manusia atau bahkan oleh burung sekalipun, maka kita dapat pahala shadaqah.

Apakah ada motivasi yang lebih luar biasa dibandingkan motivasi ini?

Kepedulian Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam terhadap lingkungan luar biasa

✓Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam memotivasi kita untuk mengadakan/mewujudkan/merealisasikan sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan.

Cukup sampai disitu?
Tidak !

Mari kita cermati hadist yang kedua,

■ HADITS KEDUA

Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah ucapan 'Lā ilāha illallāh’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allāh), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.”

Yang akan kita soroti pada kesempatan kali ini adalah kata-kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan."

Jadi di sini Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam memotivasi kita, kalau ada sesuatu yang mengganggu dijalan, maka singkirkanlah.

⇒ Ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sesuatu yang mengganggu itu tidak mesti duri, tidak mesti pecahan gelas, tidak!

Al Iman An Nawawi mengatakan bahwa:

◆ والمراد بالأذى كل ما يؤذيمن حجر أو مدر أو شوك أو غيره

◆ Yang dimaksud dengan gangguan atau sesuatu/setiap yang mengganggu berupa batu, kerikil, atau berupa duri atau yang lainnya.

Jadi Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam memotivasi kita untuk menjaga sesuatu yang sudah ada.

Jadi yang ada maka di jaga dan yang belum ada maka diwujudkan.

Jadi Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam bukan hanya memotivasi kita untuk peduli terhadap lingkungan dengan mewujudkan sesuatu yang belum ada yang bermanfaat, tapi juga Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam memotivasi kita kalau ada sesuatu yang sudah berdiri maka dijaga dan salah satu cara menjaganya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu.

Sampah, mengganggu tidak?

Kalau orang yang masih punya hati dan perasaan, maka dia akan merasa itu mengganggu, maka kalau misalnya kita melihat sampah yang bertumpuk kemudian kita ambil sapu dan sapu sampah itu sampai bersih, maka kita bisa dapat pahala.

Ya! Karena itu adalah cabang dari keimanan

Maka setiap segala sesuatu yang mengganggu di tengah jalan hendaknya kita singkirkan, entah itu sampah, duri, beling, batu, kulit pisang atau apa saja.

Jadi kesimpulannya, Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam ternyata adalah seorang sosok yang sangat peduli dengan lingkungannya.

Jauh-jauh hari sebelum orang-orang barat berkoar-koar tentang Goes Green (mewujudkan dunia yang hijau), Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, sejak 14 abad yang lalu sudah memotivasi kita untuk peduli terhadap lingkungan yang ada di sekeliling kita.

Alangkah indahnya kita melihat tanaman-tanaman yang subur dan air yang jernih, mā syā Allāh..

Ini semua adalah nikmat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang perlu kita jaga dan kita harus peduli.

Kita harus peduli dengan lingkungan kita, sesuai dengan apa yang digariskan oleh Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Semoga anda termasuk orang-orang yang peduli dengan lingkungan.

والله تعالى أعلى وأعلم
______________________________
�� Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

�� Website: 
http://www.bimbinganislam.com
�� Facebook Page: 
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
�� Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
�� TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv