Laman

Jumat, 08 April 2016

Berbahayanya Berbuat Zhalim

[16:01 30/03/2016] ‪+62 895-2740-2722‬: �� BimbinganIslam.com
Rabu, 21 Jumādal Akhir 1437 H / 30 Maret 2016 M
�� Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Kitābul Jāmi' | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
�� Hadits 03| Berbahayanya Berbuat Zhalim (Bagian 1)
⬇ Download audio: https://goo.gl/gpA6XQ
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله الهم قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم " اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ." مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu ‘Umar Radiyallahu anhuma ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Kedzaliman ialah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (Muttafaqun ‘alaih).
〰〰〰〰〰〰〰

BERBAHAYANYA BERBUAT ZHALIM (BAGIAN 1 DARI 3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwan dam akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Kita masih dalam bab Tarhib min Masawil Akhlak (Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk), kita masuk pada hadits yang ketiga.

Dari Ibnu Umar radhiyallāhu anhuma, beliau berkata: Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

'Kezhaliman merupakan kegelapan yang bertumpuk-tumpuk (banyak) pada hari kiamat kelak."

(Muttafaqun 'alaihi)

Hadits ini menjelaskan akan bahayanya berbuat zhalim.

Ada yang menafsirkan secara zhahir yaitu pada hari kiamat kelak akan diberi cahaya oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla sebagaimana Allāh isyaratkan dalam Al Qurān surat Al Hadid:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
"Pada hari engkau melihat kaum mukminin dan mukminat yang cahaya mereka bersinar dihadapan mereka dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'inilah kabar gembira kepada kalian, bagi kalian surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai'."

(QS Al Hadid: 12)

Jadi pada hari kiamat kelak kaum mukminin diberi cahaya oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla sehingga memudahkan langkah kaki mereka menuju surga.

Dalam surat At Tahrim Allāh juga berfirman:

نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Cahaya mereka bersinar di hadapan mereka dan juga di sebelah kanan mereka, mereka berkata, 'Ya Rab kami, sempurnakanlah cahaya kami'. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

(QS At Tahrim: 8)

Semakin sempurna cahaya maka maka semakin mudah mereka berjalan meuju surga.

Adapun orang-orang yang berbuat zhalim, pada hari kiamat kelak Allāh akan memberikan kepada mereka kegelapan yang bertumpuk tumpuk (zhulumat).

Allāh tidak mengatakan zhulman (satu kegelapan) tapi menggunakan kalimat jamak, kegelapan yang bertumpuk-tumpuk (zhulumat).

Sehingga orang yang berbuat zhalim sulit untuk berjalan karena berada dalam kegelapan, sehingga mereka sangat mudah untuk terjerumus ke dalam lubang neraka Jahannam tanpa mereka sadari.

Tafsiran lain mengatakan bahwasannya yang dimaksud dengan zhulumat pada hari kiamat adalah kesulitan yang sangat yang mereka hadapi pada hari kiamat kelak karena mereka telah berbuat zhalim.

Ini sama dengan firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ

"Siapakah yang bisa menyelamatkan kalian dari kegelapan daratan dan lautan."

(QS Al An'am: 63)

Maksudnya adalah kesulitan yang dihadapi tatkala di lautan seperti ombak yang besar.

Dan kesulitan di daratan lebih banyak lagi baik dimalam hari maupun disiang hari.

Namun Allāh menta'bir (mengungkapkan) kesulitan tersebut dengan zhulumat.

Ada sebagian ulama yang menafsirkan zhulumat pada hari kiamat dengan kesulitan-kesulitan yang amat berat yang akan dihadapi oleh orang yang berbuat zhalim pada hari kiamat kelak.

Kalau seandainya kesulitan tersebut di dunia mungkin bisa dihadapi tetapi kalau dihari kiamat maka kesulitan tersebut tidak ada bandingannya dengan kesulitan di dunia.

Kesulitan di dunia, betapapun besarnya maka sangat ringan jika dibandingkan dengan kesulitan-kesulitan dihari kiamat kelak.

Oleh karenanya, hadits ini adalah ancaman yang keras bagi orang yang berbuat zhalim.

Ikhwan dam akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Para ulama menyebutkan bahwasannya kezhaliman itu ada 3 bentuk dan hadits ini berkaitan dengan seluruh jenis kezhaliman tersebut. 

① ZHALIM TERHADAP RABBNYA

Bukan berbuat zhalim kepada Allāh karena seseorang tidak bisa berbuat zhalim kepada Allāh, tetapi berbuat zhalim yang berkaitan dengan hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Yaitu dengan kafir dan berbuat kesyirikan kepada kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāh berfirman:

وَالْكَافِرُوْنَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ

"Dan orang-orang kafir, merekalah orang-orang yang zhalim."

(QS Al Baqarah: 254)

Demikan juga dengan berbuat syirik, kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang besar."

(QS Luqman: 13)

الظلم وضع الشيء في غير محله

Zhalim secara bahasa adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Sehingga kalau seseorang memberikan ibadahnya bukan kepada penciptanya maka dia telah melakukan kezhaliman yang paling besar.

Seharusnya yang paling berhak disembah adalah Allāh, tetapi seseorang melakukan ibadah tersebut kepada selain Allāh.

② ZHALIM KEPADA DIRINYA SENDIRI

Seperti: mengikuti syahwat, mengikuti hawa nafsu sehingga meninggalkan kewajiban, kemudian melakukan berbagai model dosa yang berkaitan dengan dirinya.

③ ZHALIM KEPADA ORANG LAIN

Ini sangat berbahaya. Misalnya memakan harta orang lain dengan batil, menjatuhkan harga diri mereka, kemudian merendahkan (menghinakan) orang-orang yang lemah.

Ikhwan dam akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Ketiga bentuk kezhaliman di atas diisyaratkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari 'Aisyah radhiyallāhu 'anha. 

Hadits ini diperselisihkan oleh para ulama dan Al Hakim menshahihkannya namun dibantah oleh Adz Dzahabi.

Dan yang benar bahwa hadits ini adalah hadits yang dha'if dan didha'ifkan oleh Al Albani rahimahullāh dan pentahqiq buku Musnad Imam Ahmad juga mendhaifkan.

Akan tetapi Syaikh Al Abani memandang maknanya benar karena dari sisi makna dikuatkan dengan hadits yang lain.

Bahwasanya Aisyah radhiyallāhu 'anha berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الدَّوَاوِينُ عِنْدَ اللَّهِ ثَلاثَةٌ : دِيوَانٌ لا يَعْبَأُ اللَّهُ بِهِ شَيْئًا, وَدِيوَانٌ لا يَتْرُكُ اللَّهُ مِنْهُ شَيْئًا, وَدِيوَانٌ لا يَغْفِرُهُ اللَّهُ , فَأَمَّا الدِّيوَانُ الَّذِي لا يَغْفِرُهُ اللَّهُ فَالشِّرْكُ ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ )سورة المائدة آية (72 . وَأَمَّا الدِّيوَانُ الَّذِي لا يَعْبَأُ اللَّهُ بِهِ شَيْئًا فَظُلْمُ الْعَبْدِ نَفْسَهُ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ مِنْ صَوْمِ يَوْمٍ تَرَكَهُ أَوْ صَلاةٍ تَرَكَهَا, فَإِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ ذَلِكَ وَيَتَجَاوَزُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ , وَأَمَّا الدِّيوَانُ الَّذِي لا يَتْرُكُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ شَيْئًا فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضُهُمْ بَعْضًا ، الْقِصَاصُ لا مَحَالَةَ " .

"Catatan di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla ada 3 (catatan dosa).

⑴ Catatan yang Allāh tidak peduli sama sekali,
⑵ Catatan yang tidak ditinggal Allāh sama sekali dan
⑶ Cacatan dosa yang Allāh tidak akan ampuni.

Catatan yang tidak Allāh ampuni adalah berbuat syirik terhadap Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Allāh berfirman:

"Barang siapa yang berbuat syirik kepada Allāh maka Allāh haramkan surga baginya."

(QS Al Maidah: 72)

Adapaun catatan dosa yang Allāh tidak mempedulikannya sama sekali yaitu seorang hamba yang mezhalimi dirinya, antara dia dengan Rabbnya (seperti: minggalkan puasa, meninggalkan shalat).

Dosa seperti ini Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan mengampuninya jika Allāh berkehendak.

Adapun catatan dosa yang Allāh tidak meninggalkan sama sekali yaitu kezhaliman seorang hambah yang dilakukan kepada orang lainnya, tidak jalan keluar kecuali dengan qisas."

Hadits ini sebagaimana yang saya jelaskan tadi, ada khilaf dikalangan para ulama tentang keshahihannya tetapi maknanya dikuatkan dengan hadits-hadits lain dan secara umum, secara syariat menunjukkan akan keshahihan maknanya.

والله أعلمُ بالصواب
_____________________________
��Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

��Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com
[14:07 04/04/2016] ‪+62 895-2740-2722‬: �� BimbinganIslam.com
Senin, 26 Jumādal Akhir 1437 H / 04 April 2016 M
�� Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Kitābul Jāmi' | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
�� Hadits 03| Berbahayanya Berbuat Zhalim (Bagian 2)
⬇ Download audio: https://goo.gl/5ssvev
~~~~~~~~~~~~~~

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله الهم قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم " اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ." مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu ‘Umar Radiyallahu anhuma ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Kedzaliman ialah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (Muttafaqun ‘alaih).
〰〰〰〰〰〰〰

BAHAYANYA BERBUAT ZHALIM (BAGIAN 2 DARI 3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita lanjutkan pembahasan hadits ke-3.

Diantara bentuk kezhaliman yang terkadang disepelekan oleh sebagian hamba, padahal ini sangat berbahaya, adalah menzhalimi orang lain (makhluk yang lain).

Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah mengingatkan akan hal ini tatkala haji wada', beliau menyampaikan kepada seluruh shahābat, kata beliau:

… فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ…

"Bahwasanya darah kalian, harta kalian, kehormatan (harga diri) kalian, haram (tidak boleh dilanggar) bagi kalian."

(HR Bukhāri no. 67, 105, 1741 dan Muslim no. 1679 (30), dari shahābat Abū Bakrah radhiyallāhu ‘anhu)

Kemudian juga dalam hadits qudsi, Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan:

يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فلا تظالموا

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah mengharamkan kezhaliman diantara kalian. Maka janganlah kalian saling menzhalimi."

(HR Muslim no. 2577/6572)

Telah kita sebutkan dalam pertemuan yang lalu bahwa, Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan bahwa:

وَأَمَّا الدِّيوَانُ الَّذِي لا يَتْرُكُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ شَيْئًا فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضُهُمْ بَعْضًا، الْقِصَاصُ لا مَحَالَةَ

"Catatan dosa yang Allāh tidak meninggalkan sama sekali yaitu kezhaliman seorang hamba yang dilakukan kepada orang lainnya, tidak jalan keluar kecuali dengan qisas."

Kalau seorang berbuat dosa (antara dia dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla), pada asalnya Allāh maha pengampun.

Sebagaimana telah kita sebutkan dalam pertemuan yang lalu bahwa Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

وَأَمَّا الدِّيوَانُ الَّذِي لا يَعْبَأُ اللَّهُ بِهِ شَيْئًا فَظُلْمُ الْعَبْدِ نَفْسَهُ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ

"Catatan dosa yang Allāh tidak mempedulikannya sama sekali yaitu seorang hamba yang menzhalimi dirinya, antara dia dengan Rabbnya."

Allāh mudah mengampuni seorang hamba jika dosa itu antara hamba dengan Allāh.
Akan tetapi kalau dosa tersebut berkaitan dengan orang lain maka hukum asalnya hamba tersebut tidak memaafkan.

Kenapa?

Karena orang (hamba) yang kita zhalimi pada hari kiamat kelak sangat butuh dengan timbangan amalan kebajikan.

Amal kebajikan ini jika ditimbang akan mempengaruhi keselamatan dia dari neraka Jahannam dan mempengaruhi tingkatan dia di surga.

Maka pada asalnya seseorang pada hari kiamat kelak akan pelit dengan kebaikan bahkan ingin mendapatan kebaikan sebanyak-banyaknya.

Bayangkan kalau kita menzhalimi orang lain di dunia tentu akan bermasalah di akhirat kelak.

Terlalu banyak hadīts -hadīts yang mengingatkan tentang hal ini.

Dalam suatu hadīts Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوْاالْمُفْلِسُ فِيْنَا يَا رَسُو لَ اللَّهِ مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ قَالَ رَسُو لَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّيِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَتِهِ وًِصِيَامِهِ وِزَكَاتِهِ وَيَأتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَاَكَلاَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَيَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُحِذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapa orang yang merugi (bangkrut)?"

Para shahābat berkata:

"Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan harta."

Maka Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan:

"Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalāt , puasa dan zakat, sementara dia juga pernah mencaci maki kehormatan (Si Fulān), dia juga pernah menuduh (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta (Si Fulān dengan tidak benar), menumpahkan darah dan memukul (Si Fulān).

(Kemudian dia pun duduk lalu dia di qisas) maka diambilah kebaikan dia kemudian diberikan kepada yang dia zhalimi, kalau ternyata kebaikan dia sudah habis (diambil untuk bayar kezhaliman dia di akhirat) sementara kezhalimannya belum selesai dibayar semuanya maka diambilah dosa-dosa orang yang dia zhalimi kemudian dipikulkan kepada dia, kemudian dilemparkan ke dalam neraka Jahannam."

(HR Muslim no. 2581)

Ini adalah bencana dan kebangkrutan yang sesungguhnya.

Bagaimana seseorang memiliki harta (berupa pahala) kemudian harta tersebut di ambil oleh orang-orang yang dia zhalimi.
Bahkan bukan cuma, itu dosa-dosa orang yang dia zhalimi dipikulkan kepada dia.

Ini menunjukkan bahayanya kezhaliman.

Demikian juga dalam hadīts yang diriwayatkan dalam Shahīh Bukhāri dari Abū Hurairah, Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ

"Barangsiapa yang memiliki kezhaliman (melakukan kezhaliman) kepada saudaranya baik karena menjatuhkan harkat dan martabat saudaranya atau kezhaliman apapun maka hendaknya dia minta dihalalkan pada hari ini."

Perhatikan!

Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam me-nash-kan "min irdhihi" (menjatuhkan harga diri saudaranya), ini banyak terjadi.

Banyak orang menzhalimi orang lain dengan tidak mengambil hartanya, tidak dengan memukulnya tapi dengan menjatuhkan harga dirinya, meng-ghibah-nya, merendahkannya, menuduhnya dengan tuduhan yang tidak-tidak.

Dan Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan, "Hendaknya dia minta dihalalkan pada hari ini. sebelum datang hari kiamat yang tidak ada dinar dan tidak bermanfaat dirham."

Karena manusia dibangkitkan dengan tidak membawa apa-apa. Harta yang dia kumpulkan tidak akan dia bawa di akhirat, yang ada adalah amal shahīh.

Kalau dia punya amal shalih maka amal shalihnya akan diambil sesuai dengan kadar kezhaliman yang dilakukan.
Kalau dia tidak punya kebaikan maka diambil dosa-dosa orang yang dia zhalimi kemudian dipikulkan kepada dirinya.

Ini adalah perkara yang sangat menyedihkan.

Oleh karenanya, menzhalimi orang lain bukanlah perkara yang ringan para Ikhwān.

Suatu kali ada seseorang yang menulis surat kepada Ibnu Umar radhiyallāhu ‘anhuma dan mengatakan:

يا ابن عمر اكتب إليّ بالعالم كله

"Wahai Ibnu Umar, tulislah seluruh ilmu untukku."

Maka Ibnu Umar menulis dengan jawaban yang singkat (menunjukkan tingginya ilmu Ibnu Umar):

إِنَّ الْعِلْمَ كَثِيرٌ وَلَكِنْ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَلْقَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَفِيفَ الظَّهْرِ مِنْ دِمَاءِ الْمُسْلِمِينَ وَأَمْوَالِهِمْ ، كَافِيَ اللِّسَانِ عَنْ أَعْرَاضِهِمْ ، خَامِصَ الْبَطْنِ مِنْ أَمْوَالِهِمْ ، لازِمًا لِجَمَاعَتِهِمْ ، فَافْعَلْ والسلام

"Ilmu itu banyak, tapi kalau engkau mampu untuk bertemu dengan Allāh dalam kondisi punggungmu ringan, engkau tidak menumpahkan darah seorangpun, perutmu kosong tidak memakan harta orang lain sama sekali dan engkau menahan lisanmu untuk tidak menjatuhkan kehormatan mereka dan engkau melazimi jamaah mereka, maka lakukanlah. Wassalam."

Perhatikan!

Ibnu Umar mengatakan, "Kalau engkau mampu untuk bertemu Allāh dengan tidak menumpahkan darah seorangpun, tidak memakan harta orang lain dan juga tidak menjatuhkan harga diri orang lain," maka ini adalah ilmu seluruhnya.

Kenapa?

Karena engkau akan selamat bertemu dengan Allāh.

Karena dosa antara engkau dan Allāh mudah untuk dimaafkan, tapi dosa dengan orang lain, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Tidak ada jalan lain kecuali dengan qisas."

Oleh karenanya, Sufyān Ats Tsauri rahimahullāh juga pernah berkata :

"Engkau bertemu dengan Allāh dengan membawa 72 dosa antara engkau dan Allāh masih lebih ringan bagi engkau, daripada engkau bertemu dengan Allāh dengan mambawa satu dosa antara engkau dengan hamba-Nya."

Maka hati-hati para Ikhwān!

Jangan sampai kita meninggal dunia dalam kondisi berbuat zhalim kepada orang lain dan ini sangat memudahkan kita terjerumus ke dalam neraka Jahannam.

والله أعلمُ بالصواب
_____________________________
��Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

��Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com
[10:20 06/04/2016] ‪+62 895-2740-2722‬: �� BimbinganIslam.com
Rabu, 28 Jumādal Akhir 1437 H / 06 April 2016 M
�� Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Kitābul Jāmi' | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
�� Hadits 03| Berbahayanya Berbuat Zhalim (Bagian 3)
⬇ Download audio: https://goo.gl/h3pZXs
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله الهم قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم " اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ." مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu ‘Umar Radiyallahu anhuma ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Kedzaliman ialah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (Muttafaqun ‘alaih).
〰〰〰〰〰〰〰

BAHAYANYA BERBUAT ZHALIM (BAGIAN 3 DARI 3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masih melanjutkan bahasan pada hadits ke-3, terutama tentang kezhaliman seorang hamba terhadap hamba yang lain.

Wallāhu a'lam, kezhaliman inilah yang dimaksud oleh Al Hafizh Ibnu Hajar, karena hadits ini dibawakan dalam bab "Peringatan Terhadap Akhlak yang Buruk".

Dan kita tahu, yang namanya akhlak akan berkaitan dengan bagaimana muamalah (sikap) kita terhadap hamba Allāh yang lainnya.

Kezhaliman kepada orang lain ini adalah perkara yang sangat berbahaya. Telah datang banyak hadits yang menjelaskan tentang bahayanya orang yang menzhalimi orang lain.
Diantaranya Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ

"Barang siapa yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya (bersumpah dengan kebohongan), maka Allāh telah mewajibkan dia untuk masuk neraka Jahannam dan Allāh akan haramkan baginya surga."

Tiba-tiba ada seorang yang bertanya kepada Nabi:
"(Ya Rasulullāh,) meskipun  yang dia ambil tersebut hanya perkara yang sedikit (kecil)?"

Kata Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
"Ya, meskipun yang dia ambil dari saudara itu hanyalah sepotong kayu siwak."

(HR Muslim)

Dijaman Nabi sepotong kayu siwak sangat tidak berharga karena banyak, akan tetapi kalau itu hak saudaranya dan dia ambil dengan sumpah palsu maka neraka Jahannam balasannya.

Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan tentang seorang yang mencuri tanah orang lain, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنَ الأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ ".

"Barang siapa yang menzhalimi orang lain dengan mengambil tanahnya meskipun hanya sedikit (sejengkal misalnya) maka akan dipikulkan bagi dia 7 bumi (pada hari kiamat kelak)."

(HR Bukhari - Muslim)

Ini bukan main-main, perkara yang sangat mengerikan. Begitulah, betapa banyak orang yang mengambil hak orang lain dengan menggeser patok tanahnya.

Bahkan dalam hadits Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

لَعَنَ اللهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ اْلأَرْضِ.

"Allāh melaknat orang yang merubah patok-patok jalan."

(HR Muslim)

Dan ini salah satu bentuk dari menzhalimi orang lain.

Demikian juga dalam hadits Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

مَطْلُ الْـغَنِيِّ ظُلْمٌ

"Orang yang kaya namun menunda-nunda pembayaran hutangnya maka dia telah berbuat zhalim."

(HR Bukhâri dan Muslim)

Kalau orang tidak mampu urusannya lain.

Tetapi pembicaraan kita tentang orang yang mampu dan ternyata sudah jatuh tempo akan tetapi dia tidak membayar dan orang yang memberi hutang kepada dia tidak ridha.

Maka selama dia menunda berarti dia terus berbuat zhalim terus.
Kalau setahun dia menunda maka selama setahun itu dia berbuat zhalim, selama itu dia mengumpulkan dosa, menimbun dosa-dosa.

Contohnya lagi adalah berbuat zhalim kepada pekerja. Kata Allāh di dalam hadits qudsi:

ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ , وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأكَلَ ثَمَنَهُ, وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

“Tiga orang yang Aku akan menjadi penentang/musuhnya pada hari kiamat kelak, yaitu: seseorang yang memberi dengan nama-Ku, kemudian berkhianat; seseorang yang menjual orang yang merdeka (bukan budak), kemudian memakan uangnya; dan seseorang yang dia menyewa pekerja kemudian pekerja itu telah mengerjakan pekerjaannya sementara dia belum bayar gajinya."

(HR Bukhari)

Ini juga berbahaya, bagaimana seorang pemilik (direktur) perusahaan menzhalimi anak buahnya dengan sebulan atau dua bula tidak digaji misalnya.

Ini kezhaliman dan Allāh akan menjadi musuh dia pada hari kiamat.

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Jangankan manusia yang berbuat zhalim kepada manusia yang lain, bahkan jika manusia berbuat zhalim kepada hewanpun dia akan merasakan akibatnya.

Dalam suatu hadits Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

دخلت إمرأة النار في هرة حبستها حتى ماتت لاهي اطعمتها ولا يتركتها تاكل من خشاش الارض

"Seorang wanita masuk neraka karena mengekang seekor kucing sampai mati, tidak diberi makan (kucing tersebut), dia tidak melepaskan (kucing tersebut) untuk makan serangga di bumi."

Bayangkan, menzhalimi hewan saja bisa menyebabkan seseorang masuk neraka Jahannam.

Oleh karenanya Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan dalam hadits, jangankan manusia menzhalimi manusia, kezhaliman antara hewanpun akan disidang oleh Allāh pada hari kiamat. Kata Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

"Hak-hak akan dikembalikan kepada pemiliknya pada hari kiamat, sampai kambing yang bertanduk diqisas gara-gara waktu di dunia pernah menanduk kambing yang tidak bertanduk."

(HR Muslim)

Kambing saja diqishash bagaimana dengan manusia yang menhzalimi manusia yang lain.

Dalam satu hadits Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ اللهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

“Sesungguhnya Allāh mungkin menunda bagi orang yang zhalim namun tatkala Allāh menyiksanya Allāh tidak akan melepaskannya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Ada orang zhalim, terus berbuat zhalim namun tidak diazab (disiksa) oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, namun ingat suatu saat Allāh akan menyiksanya.

Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam membacakan firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

"Demikanlah siksaan Rabbmu terhadap suatu negeri jika negeri tersebut berbuat kezhaliman, sesunggunya siksa Allāh sangatlah pedih."

(QS Hud: 102)

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Bisa jadi orang yang berbuat zhalim di dunia ini dengan kezhaliman yang banyak akan tapi tidak disiksa Allāh di dunia, ini lebih berbahaya lagi.

Kalau Allāh siksa di dunia masih lebih ringan, akan lebih parah jika Allāh menundanya, dan Allāh akan menyiksanya pada hari kiamat kelak.

Oleh karenanya, tatkala ada seorang salaf ditanya:
"Bagaimana, kita sudah berdoa, kita dizhalimi, namun tidak dikabulkan."

Maka salaf tersebut menjawab:

"Meskipun kita lalai (lupa) dari doa kita, tapi Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak akan lalai dengan doa kita. Allāh tidak akan lalai dari kezhaliman orang tersebut."

Allāh berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

"Sesungguhnya jangan engkau sangka Allāh akan lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zhalim, sesungguhnya Allāh menunda mereka (yaitu Allāh menunda siksaan mereka) sampai pada hari kiamat dimana mata-mata terbelalak."

(QS Ibrāhim 42)

Yaitu hari yang sangat mengerikan.

Dan ingat, kalau anda menzalimi orang lain meskipun anda berusaha lari melupakan kezhaliman tersebut, suatu saat anda akan binasa, cepat atau lambat.

Cepat di dunia atau ditunda oleh Allāh dengan siksaan yang tiba-tiba atau yang lebih berbahaya lagi jika di akhirat kelak.

Bisa jadi anda menzalimi orang yang lemah, yang tidak bisa apa-apa. Namun ingat doanya tidak akan ditolak olah Allāh.

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

واتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

"Hati-hatilah kalian, takutlah kailan dengan doanya orang terzhalimi, karena sesunggunya antara doanya dengan Allāh tidak ada penghalangnya."

(HR Bukhari Muslim)

Mungkin dia miskin kemudian anda hina dan rendahkan. Tapi ingat, kalau dia berdoa di malam hari dengan penuh air mata dihadapan Allāh maka binasalah anda.

Bahkan bahayanya zhalim disebutkan para ulama:

Tidak boleh kita menzalimi sesama muslim, tidak boleh hewan demikan juga dengan orang kafir, tidak boleh kita menzhalimi.

Oleh karenanya Al Amir Ashan'ani dalam kitabnya Subulus Salam menyebutkan hadits: "Kezhaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada hari kiamat", ini mencakup segala kezhaliman:

(-) Kezhaliman yang berkaitan dengan hak Allāh.
(-) Kezhaliman terhadap diri sendiri.
(-) Kezhaliman berkaitan dengan hak orang lain.
(-) Kezhaliman yang berkaitan dengan oran kafir.

والله أعلمُ بالصواب
_____________________________
��Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

��Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com