Laman

Jumat, 20 Mei 2016

Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 1&2)

BimbinganIslam.com
Rabu, 11 Sya'ban 1437 H / 18 Mei 2016 M
�� Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
�� Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
�� Halaqah 44 | Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 1)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-AR-S05-H44
➖➖➖➖➖➖➖

PERTANYAAN KETIKA HISAB (BAGIAN 1)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-44 dari Silsilah  Beriman kepada hari akhir adalah tentang "Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 1)".

Ketika hisab, Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan berbicara dengan para hamba dengan cara yang sesuai dengan keagungan Allāh.

Allāh akan bertanya tentang apa yang sudah mereka lakukan di dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya :

◆ Tidaklah di antara kalian kecuali Rabb-nya akan berbicara kepadanya, tidak ada antara dia dengan Allāh penerjemah.

◆ Dia akan melihat sebelah kanannya maka dia tidak melihat kecuali amalan yang sudah dia lakukan.

◆ Dan melihat sebelah kirinya maka dia tidak melihat kecuali amalan yang sudah dia lakukan.

◆ Dan akan melihat depannya maka tidak melihat kecuali neraka berada di depannya.

◆ Maka jagalah diri kalian dari neraka meskipun dengan separuh buah kurma.
(HR Bukhāri dan Muslim, shahīh)

Adapun hadits yang berisi bahwasanya ada 3 golongan yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat, (yaitu):

⑴ Orang yang mengungkit-ungkit pemberian.
⑵ Orang yang menjual barang dengan sumpah palsu.
⑶ Orang yang musybil yaitu orang memanjangkan pakaian di bawah mata kaki (yaitu bagi laki-laki).
(HR Muslim, shahīh)

⇒ Maka yang dimaksud hadits ini  seperti yang dikatakan oleh sebagian ulama bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak akan berbicara dengan mereka dalam keadaan ridha, tetapi Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan berbicara kepada mereka dalam keadaan marah.

Di antara hal yang ditanyakan di hari kiamat adalah:

● PERTAMA | TENTANG TAUHID KITA KEPADA ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :

فَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرۡسِلَ إِلَيۡهِمۡ وَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

“Maka sungguh Kami akan tanya umat yang telah diutus kepada mereka (para Rasul) dan sungguh kami akan tanya para Rasul.”
(QS Al A’rāf: 6)

Kita akan ditanya bagaimana kita menjawab ajakan Rasul dan ajakan Rasul yang paling besar adalah Tauhid.

Di antara hal yang akan ditanyakan pada hari kiamat adalah,

● KEDUA | KENIKMATAN YANG ALLĀH BERIKAN KEPADA KITA DI DUNIA

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :

ثُمَّ لَتُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَٮِٕذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

“Kemudian sungguh-sungguh kalian akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan.”
(QS At Takātsur: 8)

⇒ Di antara kenikmatan tersebut adalah kenikmatan makanan dan minuman, bagaimana pun sederhananya di pandangan manusia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya :

◆ Sesungguhnya pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat tentang kenikmatan adalah akan dikatakan kepada nya, "Bukankah kami telah menyehatkan badanmu dan memberimu air yang dingin?"
(HR Tirmidzi, shahīh)

Di dalam hadits yang lain, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya :

◆ Tidak akan bergerak dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang:

⑴ Umurnya untuk apa dia gunakan.

⑵ Dan ditanya tentang ilmunya apa yang telah dia amalkan.

⑶ Dan akan ditanya tentang hartanya darimana dia dapatkan dan dalam perkara apa dia gunakan.

⑷ Dan akan ditanya anggota badannya untuk apa dia gunakan.

(HR Tirmidzi, shahīh)

◆ Orang yang mensyukuri nikmat tersebut dialah yang akan selamat; mensyukuri dengan hati, lisan maupun perbuatan.

•✓Hatinya mengakui kenikmatan tersebut bahwasanya itu adalah dari Allāh.
•✓Lisannya bersyukur dan memuji Allāh Subhānahu wa Ta'āla
•✓Dan dia mempergunakan kenikmatan tersebut di dalam hal yang diperbolehkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

'Abdullāh Roy,
Di kota Al Madīnah

✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_______________
BimbinganIslam.com
Kamis, 12 Sya'ban 1437 H / 19 Mei 2016 M
�� Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
�� Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
�� Halaqah 45 | Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 2)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-AR-S05-H45
➖➖➖➖➖➖➖

PERTANYAAN KETIKA HISAB (BAGIAN 2)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-45 dari Silsilah 'Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang "Pertanyaan Ketika Hisab (Bagian 2)".

Di antara hal yang akan ditanyakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla ketika hisab adalah pendengaran, penglihatan dan hati kita.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌ‌ۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولاً۬ 

"Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya ilmunya. Sesungguhnya setiap manusia kelak akan ditanya tentang pendengaran, penglihatan dan hatinya."
(QS Al Isrā: 36)

Dengan demikian hendaklah seorang Muslim menjaga pendengaran, penglihatan dan hatinya dari apa yang Allāh haramkan.

Di antara yang akan ditanyakan adalah "perjanjian".

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِ‌ۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡـُٔولاً۬ 

"Dan sempurnakanlah perjanjian karena sesungguhnya perjanjian akan ditanyakan."
(QS Al Isrā: 34)

Dan perjanjian di sini mencakup perjanjian seorang hamba kepada Allāh maupun kepada makhluk.

Seorang Muslim dituntut untuk menyempurnakan janjinya.

Di antara hal yang akan ditanyakan adalah tentang "amanat" yang telah Allāh berikan kepada kita.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

"Setiap kalian adalah penjaga amanat dan setiap kalian akan ditanya tentang amanat tersebut."

Seorang imam atau pemimpin negara adalah penjaga amanat dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut.

Seorang bapak adalah penjaga amanat di dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut.

Seorang ibu adalah seorang penjaga amanat di dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yang dia jaga.

Dan seorang pembantu adalah penjaga amanat harta majikannya dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut.
(HR Bukhari dan Muslim, shahīh)

Seorang pemimpin mendapat amanat dari Allāh untuk menegakkan hukum-hukum Allāh atas rakyatnya dan berbuat adil.

Seorang bapak mendapat amanat untuk memimpin keluarga dan membawa mereka kepada kebaikan serta memberikan hak-hak mereka.

Seorang ibu mendapat amanat untuk mengurus rumah tangga, mengurus anak, menasihati suami dan lain-lain.

Seorang pembantu mendapat amanat untuk menjaga harta majikannya dan melaksanakan pekerjaan sebagai seorang pembantu.

Masing-masing kita hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik-baiknya apapun peran kita sesuai dengan yang Allāh perintahkan.

Baik kita sebagai seorang pemimpin maupun yang dipimpin,
Baik sebagai juru dakwah maupun yang didakwahi,
Baik sebagai suami maupun seorang istri,
Baik sebagai seorang ayah atau ibu maupun anak,
Baik sebagai seorang guru maupun murid dan lain-lain.

Masing-masing hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik-baiknya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

'Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
______________________________