Laman

Jumat, 29 Juli 2016

Ibadah Yang Tidak Ada Contohnya (Bag 1)

BimbinganIslam.com
Sabtu, 14 Sya'ban 1437 H / 21 Mei 2016 M
Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Materi Tematik | Seputar Bulan Sya'ban
◻ Ibadah Yang Tidak Ada Contohnya Dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam Pada Bulan Sya'ban (Bagian 1)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-Tmk-UAZ-01-03
Video Source: https://youtu.be/ZCy-iTiDWMg
-----------------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāh, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga Beliau, para shahabat serta orang-orang yang mengikuti Beliau sampai hari kiamat kelak.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Point yang ketiga yang berkenaan dengan bulan Sya'ban yaitu:

▪PERBUATAN YANG MENGADA-ADA DI DALAM BULAN SYA'BAN

Apa arti "mengada-ada" ? Mengada-ada yaitu :

√ Belum ada contohnya,
√ Belum ada syari'atnya ,
√ Belum ada dalilnya,
√ Tidak disyari'atkan dalam Islam.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tujuan menyebutkan perkara ini :

⑴ Bukan ingin menyalah-nyalahkan kaum Muslim, bukan sok pintar atau bukan sok benar.

⑵ Ingin menasehati kaum muslim jika ada yang keliru karena kita sayang kepada kaum muslim, kita mencintai sesama muslim.

⑶ Bukan ingin memecah-belah diantara kaum muslim, bahkan ingin menyatukan kaum muslimin dengan beribadah hanya yang sesuai dengan Sunnah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Perkara yang mengada-ada pertama di dalam bulan Sya'ban adalah:

⇛Mengkhususkan berpuasa di hari pertengahan bulan Sya'ban atau ibadah di malam hari pada pertengahan bulan Sya'ban.

⇛Jadi, siangnya berpuasa kemudian malamnya beribadah tertentu, itu belum ada contohnya, ini perkara yang mengada-ada.

Hadits pertama:

Hadīts yang diriwayatkan oleh  Ibnu Mājah dari 'Ali bin Abi Thalib radhiyallāhu 'anhu: berkata:

" _*Diriwayatkan (kata "diriwayatkan" di sini menunjukkan kelemahan)*_

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا

Jika pada pertengahan bulan Sya'ban maka malamnya beribadahlah, siangnya berpuasalah. Sesungguhnya Allāh turun ke langit dunia di malam nisfu Sya'ban sampai terbenam matahari.

Kemudian Allāh berfirman:

فَيَقُولُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

↝Adakah yang minta ampun kepada-Ku, Aku langsung ampuni dia.
↝Adakah yang meminta rizki kepada-Ku, Aku berikan rizki kepada dia.
↝Adakah seseorang yang terkena penyakit kemudian dia minta sehat kepada-Ku, Aku akan sehatkan dia.

Adakah....adakah....adakah...

Sampai waktu subuh."

_*Hadīts ini maudhu' (palsu), kenapa?*_

Karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Abū Bakar bin Abdillāh.

⇛Imām Ahmad mengatakan, Abū Bakar bin Abdillāh sering memalsukan hadīts. Imām Bukhāri dan Imām Ahmad mengatakan seperti itu.

⇛Imām Nasāi mengatakan matruk, perawi ini ditinggalkan oleh ahli hadīts karena sangat suka memalsukan hadīts. Jadi hadītsnya palsu.

⇛Imām Ibnu Hibban mengatakan bahwa dia adalah seorang perawi yang sering meriwayatkan hadīts-hadīts palsu.

⚠Saya sering mengatakan bahwa amalan yang mengada-ada dalam Islam dalīl nya tidak lebih dari  3 hal:

① Hadīts palsu,
② Hadīts lemah atau
③ Hadīts shahīh tetapi salah penempatan.

Kemudian hadīts yang lain yang sering dipakai dan terdapat dalam kitāb Kanzul Ummal:

"Barang siapa yang menghidupkan malam Idul 'Ad-ha, Idul Fithr dan malam nisfu Sya'ban maka hatinya tidak akan mati ketika hari-hari semua hati mati."

⇛_*Derajat hadīts ini adalah hadīts yang mudhtharib (hadīts yang lemah sekali)*_ karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Marwan bin Salim.

⇛Imām Ahmad mengatakan, _*Marwan bin Salim ini "laisa bi tsiqah" (Orang yang tidak bisa dipercaya).*_

Ustadz, Imām Ahmad kok berani sekali ngata-ngatain orang?

"Bukan ngata-ngatain, tetapi ingin menjelaskan kelemahan hadīts."

⇛Imam Ad Daruquthni mengatakan, matrukul, orang ini ditinggalkan hadītsnya.

⇛Yahya ibnu Said Al Qaththan, seorang ulama hadīts , mengatakan: laisa bi syai', perawi ini tidak ada harganya.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ada lagi hadīts yang ke-3 yang berkenaan dengan mengkhususkan amalan pada malam nisfu Sya'ban.

Ingat, di awal pertemuan tadi kita jelaskan bahwa memang malam nisfu Sya'ban malam yang utama, apa keutamaannya?

⇛Keutamaannya yaitu Allāh akan mengampuni seluruh makhluk kecuali yang berbuat syirik, yang bertengkar dan yang hasad.

_*Diriwayatkan*_ dari Mu'ādz bin Jabbal  radhiyallāhu 'anhu, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Barang siapa yang menghidupkan 5 malam, maka wajib baginya mendapatkan surga, yaitu malam hari tarwiyyah (tanggal 7 malam 8 dari bulan Dzulhijjah) malam hari arafah (malam ke 9 bulan Dzulhijjah), malam hari Idul Adh-ha, malam hari Idul Fithr dan malam nisfu Sya'ban."

_*⇛Hadīts ini adalah hadīts yang di dalamnya ada perawi yang matruk sehingga bisa dikategorikan hadīts yang maudhu atau lemah sekali.*_

Di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Abdurrahman bin Zaid Al Ammi, kata Yahya bin Said Al Qaththan: kadzab, tukang dusta.

_*Dan kalau ada didalam hadīts ada seorang perawi yang kadzab, itu pasti hadīts palsu.*_

_*⇛Dan Imām Nasāi mengatakan matruk, hadīts ini adalah lemah sekali*_.

Kemudian juga di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Suwaib ibn Said, dia dhaif, seorang perawi yang lemah.

Jadi cacat hadīts ini banyak sekali.

Bersambung In syā Allāh,  ke Bagian ke-2

BimbinganIslam.com
Sabtu, 14 Sya'ban 1437 H / 21 Mei 2016 M
Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Materi Tematik | Seputar Bulan Sya'ban
◻ Ibadah Yang Tidak Ada Contohnya Dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam Pada Bulan Sya'ban (Bagian 2)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-Tmk-UAZ-01-04
Video Source: https://youtu.be/ZCy-iTiDWMg
-----------------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāh, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

▪PERBUATAN YANG MENGADA-ADA DI DALAM BULAN SYA'BAN

Amalan yang kedua yang diada-adakan di dalam Islam dan belum ada contohnya dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yaitu shalat yang disebut dengan shalat alfiyah.

Shalat ini dikerjakan di malam pertengahan bulan Sya'ban.

Perhatikan! Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Diriwayatkan dari Nabi shallallāhu 'alaihi wasallam (sekali lagi, kalau ada kata *_"diriwayatkan" itu maksudnya lemah*_):

"Wahai Ali, barang siapa yang shalat 100 raka'at pada malam nisfu Sya'ban, pada setiap raka'at membaca Al Fatiha lalu Qul huwallāhu 'ahad 10 kali (jadi setiap raka'at seperti itu) maka Allāh akan:

Menghapuskan dosanya, menjadikan dia orang yang paling bahagia kemudian Allāh akan utus kepadanya 70 ribu malaikat yang menuliskan untuknya kebaikan-kebaikan, dan 70 ribu malaikat yang lain menghapuskan darinya kesalahan-kesalahan.

Dan diangkatkan derajatnya sampai awal tahun. Allāh akan memberikan kedudukan kepadanya di Surga Adn bersama 70 ribu malaikat atau 700 ribu malaikat, yang mana 70 ribu malaikat tersebut membuatkan untuknya istana-istana dan kota-kota.

Dan juga menumbuhkan (di dalam istana dan kota-kota tadi) pohon yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia."

_*Hadist ini menunjukkan keutamaan shalat alfiyah._*

Imam Syaukani yang bermadzhab Syafi'i mengatakan: _*huwa maudhu, ini hadits palsu*_.

Ibnu Jauzi di dalam kitabnya Al Maudhu'at mengatakan: _*hadits ini tidak kami ragukan bahwasanya dia adalah palsu.*_

Jadi capek-capek, tidak ada pahalanya. Ini yang disebut dalam surat Al Ghasiyah:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ (١) وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ (٢) عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ (٣)

"Apakah kamu mendapati cerita tentang Al Ghasiyah ? Wajah-wajah pada hari kiamat tertunduk lesu. Amalannya tidak ada nilainya (kosong seperti debu yang beterbangan)."

100 raka'at tetapi tidak sesuai dengan contoh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Hadits ini terkenal kenapa?

Karena disebutkan di dalam kitab Ihya Ulumuddin yang ditulis oleh Al Ghazali rahimahullāh.

Akan tetapi, Al Hafizh Al Iraqi di dalam kita Al Mughni an Hamlil Asfar fil Asfar fi Takhriji ma'a fil Ihya min Akhbar, beliau meneliti hadits-hadits yang ada di dalam kitab Ihya Ulumuddin yang sangat terkenal berkata:

_*"Hadits tentang shalat malam pertengahan bulan Sya'ban adalah hadits yang bathil."*_

Ada cerita yang disebutkan oleh Imam Ath Thartusy di dalam kitab beliau Al Bāitsu 'ala inkari Bid'i wal Hawadits, tentang terjadinya shalat alfiyah ini.

Bahwasanya ada seseorang yang shalat di masjidil Aqsha, suaranya bagus. Shalatnya pas di pertengaham bulan Sya'ban. Karena suaranya bagus maka orang pada ikut shalat.

Akhirnya tahun yang akan datang begitu juga, setiap pertengahan bulan Sya'ban dia shalat dan orang-orang ikút. Akhirnya terkenal dimasyarakat dengan nama shalat alfiyah.

Kapan ini terjadi?

Ini terjadi pada tahun 448H, jadi 400 tahun lebih setelah Nabi meninggal baru ada shalat ini.

Maka tidak benar shalat ini.

Imam Nawawi rahimahulllāh mengatakan di dalam kitab beliau Al Majmu' Syarh Al Huhadzdzab:

"_*Shalat raghaa-ib*_ yang dikerjakan 12 rakaat antara maghrib dan isya' yang dikerjakan di malam jum'at pertama bulan Rajab dan shalat malam nisfu Sya'ban yang disebut dengan _*shalat alfiyah*_ yang dikerjakan 100 rakaat, _*kedua shalat ini adalah shalat yang mengada-ada, yang buruk, yang mungkar. Dan jangan sampai tertipu meskipun 2 shalat ini disebutkan di dalam kitab Qutul Qulub dan kitab Ihya Ullumuddin.*_"

*Ini perkataan Imam Nawawi yang bermadzhab Syāfi'i yang beliau adalah salah satu muharirul madzhab kata para ulama, yaitu peneliti madzahb Syāfi'i yang kata-kata beliau dijadikan sandaraan dalam madzhab Syāfi'i.*

Jadi jangan nanti mengaku madzhab Syafi'i padahal madzhab Syāfi'i menyatakan itu adalah perbuatan yang tidak ada contohnya dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

"Jangan tertipu dengan hadits yang disebutkan dalam hal keduanya itu (shalat raghā-ib dan shalat alfiyah) karena sesungguhnya semua hadits itu adalah hadits yang bathil."

Hal yang ketiga yang mengada-ada adalah mengkhususkan berziarah kubur pada malam nisfu Sya'ban atau pada hari pertengahan bulan Sya'ban.

Ada haditsnya, dari A'isyah radhiyallāhu 'anha:

"Aku kehilangan Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam pada suatu malam, lalu aku keluar rumah mencari Beliau. Ternyata Beliau berada di kuburan Baqi' pada malam nisfu Sya'ban."

Kemudian, singkat cerita, Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam bersabda:

"Allāh turun pada pertengahan bulan Sya'ban ke langit dunia dan Allāh mengampuni makhluk- makhluknya sebanyak bulu-bulu yang ada pada kulit domba."

Ini dijadikan sebagai dalill oleh sebagian orang bahwa berzirah kubur pada malam nisfu Sya'ban atau pada hari nisfu Sya'ban.

_*Tetapi hadits ini adalah hadits yang lemah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan tidak bisa diambil sebagai sandaran hukum.*_

Wallāhu A'lam.

Hal lainnya yang diada-adakan adalah:

Hal yang keempat, yaitu mengkhususkan sedekahdi malam pertengahan bulan Sya'ban.

Hal yang kelima, menganggap malam pertengahan bulan Sya'ban atau malam nisfu itu adalah malam lailatul qadar.

_*Ini lima perkara yang diada-adakan dalam agama Islam, tentang malam pertengahan bulan Sya'ban.*_

____________________________
Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com