Halaman

Senin, 23 Februari 2026

Desain Pilot 90 hari - Organisasi

LAMPIRAN F: Desain Pilot 90 Hari

LAMPIRAN F: DESAIN PILOT 90 HARI

Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust
Cross‑Sector Pre‑Decision Governance Translator
Uji Cepat Pre‑Decision Governance (PDG) untuk Organisasi Skala Kecil‑Menengah
Versi: 1.0 – Final untuk Publikasi | 21 Februari 2026

I. PENGANTAR

Pilot 90 Hari adalah desain uji coba cepat (rapid pilot) yang dirancang untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance (PDG) dalam konteks organisasi skala kecil‑menengah. Pilot ini mengadopsi prinsip minimum risk, maximum learning—tidak membutuhkan perubahan struktur organisasi, tidak memerlukan anggaran besar, dan dapat dijalankan oleh satu unit kerja dengan 5–9 orang.

Pilot ini merupakan operasionalisasi dari keempat pilar PDG melalui mekanisme‑mekanisme turunannya, terutama Structured Challenge Protocol (SCP), serta mengintegrasikan pengukuran menggunakan IPDG (47 indikator), DQI, ETD, dan PDRR sebagai indikator keberhasilan.

1.1 Tujuan Utama

  1. Menguji apakah integrasi keempat pilar PDG dapat meningkatkan kualitas keputusan dalam setting organisasi nyata.
  2. Mendapatkan bukti awal (pilot evidence) tentang efektivitas PDG sebelum perluasan skala.
  3. Membangun kapasitas internal organisasi dalam menerapkan structured pre‑decision governance.
  4. Menghasilkan dokumentasi pembelajaran yang dapat dipublikasikan sebagai working paper atau policy brief.
  5. Mengidentifikasi hambatan implementasi dan area perbaikan untuk iterasi berikutnya.
  6. Menguji keterkaitan antara IPDG, ETD, DQI, dan PDRR dalam skala terbatas.

1.2 Prinsip Desain

PrinsipPenjelasan
Minimum riskTidak mengubah struktur organisasi, tidak perlu izin tingkat tinggi
Low costBiaya hampir nol jika dilakukan internal; hanya perlu komitmen waktu
Non‑disruptiveTidak mengganggu SOP formal; protokol ditambahkan sebagai lapisan
ScalableDesain dapat direplikasi di unit lain jika berhasil
MeasurableMenggunakan IPDG, ETD, DQI, dan PDRR sebagai indikator
Learning‑orientedFokus pada pembelajaran, bukan evaluasi kinerja individu

II. DESAIN EKSPERIMEN

2.1 Model: Controlled Before–After Design

FaseDurasiAktivitasPengukuran
Fase 0: Persiapan1 mingguSosialisasi, pelatihan singkat, penunjukan Tim PenantangBaseline pemahaman tim
Fase 1: Baseline4 minggu4 keputusan dibuat seperti biasa (tanpa intervensi)IPDG (versi ringkas), ETD, DQI baseline
Fase 2: Intervensi4 minggu4 keputusan berikutnya dengan intervensi PDGIPDG, ETD, DQI intervensi
Fase 3: Stabilisasi & Evaluasi4 minggu2 keputusan tambahan, analisis data, wawancaraDQI lanjutan, persiapan data PDRR

2.2 Unit Analisis

Setiap "keputusan strategis" dianggap satu observasi. Contoh keputusan yang dapat dijadikan unit analisis:

  • Persetujuan program atau proyek baru
  • Revisi anggaran signifikan (>10% dari total)
  • Seleksi mitra atau vendor strategis
  • Perubahan kebijakan internal
  • Alokasi sumber daya strategis
  • Keputusan investasi atau pengadaan besar

Target minimal: 10–12 keputusan terukur selama 90 hari (4 baseline + 4 intervensi + 2–4 keputusan stabilisasi).

2.3 Lokasi Pilot Ideal

Jenis OrganisasiKeunggulanTantangan
Yayasan skala kecil–menengahStruktur sederhana, keputusan beragamKapasitas dokumentasi terbatas
Unit program dalam NGOFokus pada dampak, terbiasa evaluasiTekanan donor, waktu terbatas
Tim proyek (5–9 orang)Keputusan sering, siklus cepatDurasi proyek terbatas
Divisi dalam perusahaanSumber daya memadai, budaya formalBirokrasi, resistensi perubahan
Unit pelayanan publik (Puskesmas, sekolah)Dampak sosial langsungKeterbatasan wewenang

Rekomendasi paling realistis: Satu unit pengelolaan program dengan 5–7 pengambil keputusan.

III. INTERVENSI PDG

3.1 Protokol Wajib (Tambahan 30–45 Menit per Rapat)

LangkahAktivitasDurasiAlatPilar PDG
1Mengisi Lembar Pra‑Keputusan (versi ringkas IPDG)10 menitFormulir Pra‑KeputusanSemua pilar
2Deklarasi framing masalah secara eksplisit5 menit-Framing Governance
3Menyajikan minimal 3 opsi substantif5 menitTemplate OpsiOption Architecture
4Deklarasi asumsi kritis (minimal 3 asumsi)5 menitFormulir AsumsiInformation Filtering
5Mengaktifkan Tim Penantang (1–2 orang rotasi)10–15 menitPeran Tim PenantangDeliberative Structure
6Mencatat dissent secara formal3 menitFormulir Catatan DissentDeliberative Structure
7Reframing summary oleh ketua rapat2 menit-Framing Governance
8Mengisi DQI scoring sheet pasca‑keputusan (24 jam setelah rapat)5 menitFormulir DQI Ringkas-

3.2 Aturan Tim Penantang

AspekKetentuan
Jumlah1–2 orang per keputusan, dipilih secara rotasi dari anggota tim
IndependensiTidak terlibat langsung sebagai pengusul proposal
TugasMencari kelemahan, menguji asumsi, menawarkan alternatif
PerlindunganTidak boleh dinilai negatif karena tugasnya; justru diapresiasi
RotasiSemua anggota mendapat giliran menjadi penantang

3.3 Instrumen yang Digunakan

InstrumenFungsiSumber
Formulir Pra‑Keputusan (IPDG Lite)Dokumentasi proses pra‑keputusanAdaptasi IPDG 47
Formulir DQI RingkasPengukuran kualitas keputusanAdaptasi DQI
Formulir Catatan DissentDokumentasi perbedaan pendapatSCP Formulir
Formulir ETD LitePengukuran transparansi temporalAdaptasi ETD
Panduan Tim PenantangPedoman peran penantangSOP SCP (Panduan Cepat)

IV. INSTRUMEN PENGUKURAN

4.1 Formulir Pra‑Keputusan (IPDG Lite – 1 Halaman)

LEMBAR PRA‑KEPUTUSAN (IPDG LITE)

Nama Keputusan: _________________ Tanggal: _________________
Sponsor: _________________ Tim Penantang: _________________

A. FRAMING MASALAH

Masalah yang ingin dipecahkan:
Akar masalah (bukan gejala):
Adakah cara pandang alternatif? Sebutkan:

B. OPSI YANG DIPERTIMBANGKAN

OpsiDeskripsi SingkatKelebihanKelemahan
1 (dipilih)
2
3

C. ASUMSI KRITIS

NoAsumsi (Apa yang harus benar agar berhasil?)Jika salah, dampaknya?
1
2
3

D. PROSES DELIBERASI

Dissent yang muncul: _________________________________________________

Tanggapan sponsor: _________________________________________________

Perubahan yang dilakukan: _________________________________________________

4.2 Formulir DQI Ringkas (1 Halaman)

FORMULIR EVALUASI KEPUTUSAN (DQI RINGKAS)

Nama Keputusan: _________________ Tanggal Evaluasi: _________________
Evaluator: _________________ (self‑assessment oleh sponsor, diverifikasi ketua)

DimensiSkor 1‑5Catatan / Bukti
Kejelasan Tujuan (Apakah tujuan keputusan jelas dan terukur?)□ □ □ □ □
Kualitas Opsi (Apakah alternatif yang dipertimbangkan memadai?)□ □ □ □ □
Identifikasi Risiko (Apakah risiko utama diidentifikasi?)□ □ □ □ □
Kualitas Asumsi (Apakah asumsi kritis diuji?)□ □ □ □ □
Proses Deliberasi (Apakah dissent difasilitasi?)□ □ □ □ □
Dokumentasi (Apakah proses terdokumentasi baik?)□ □ □ □ □
Keyakinan Pasca‑Keputusan (2 minggu setelah, apakah masih yakin?)□ □ □ □ □

DQI Total = (Total skor / 7) × 20 = ___ / 100

4.3 Formulir ETD Lite (1 Halaman)

FORMULIR EX‑ANTE TRANSPARENCY DEPTH (ETD LITE)

DimensiPertanyaanSkor
ETD‑1Berapa hari sebelum keputusan final pihak eksternal (auditor/publik) dilibatkan?□ Tidak (0) □ H‑1 (1) □ H‑7 (2) □ H‑30 (3) □ > H‑30 (4)
ETD‑2Apakah risiko utama diungkapkan dalam dokumen?□ Tidak (0) □ Sebagian (1) □ Lengkap (2)
ETD‑3Apakah dissent dicatat dan dikomunikasikan?□ Tidak (0) □ Dicatat internal (1) □ Dicatat & dikomunikasikan (2)

Total ETD = ___ / 8

4.4 Formulir Catatan Dissent

FORMULIR CATATAN DISSENT

Keputusan: _________________ Tanggal: _________________

NoPendapat MinoritasDisampaikan OlehDasar ArgumenDitindaklanjuti?
1☐ Ya ☐ Sebagian ☐ Tidak
2☐ Ya ☐ Sebagian ☐ Tidak

V. JADWAL RINCI 90 HARI

MingguFaseAktivitasOutput
M‑1Persiapan• Seleksi unit pilot • Dapatkan persetujuan pimpinan • Sosialisasi ke tim • Latihan singkat Tim PenantangTim siap, komitmen pimpinan
M1BaselineKeputusan #1 (biasa), ukur DQI, ETDData baseline 1
M2BaselineKeputusan #2 (biasa), ukur DQI, ETDData baseline 2
M3BaselineKeputusan #3 (biasa), ukur DQI, ETDData baseline 3
M4BaselineKeputusan #4 (biasa), ukur DQI, ETDData baseline 4
M5IntervensiKeputusan #5 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQIData intervensi 1
M6IntervensiKeputusan #6 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQIData intervensi 2
M7IntervensiKeputusan #7 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQIData intervensi 3
M8IntervensiKeputusan #8 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQIData intervensi 4
M9StabilisasiKeputusan #9 (opsional, dengan PDG), ukur DQIData stabilisasi 1
M10StabilisasiKeputusan #10 (opsional, dengan PDG), ukur DQIData stabilisasi 2
M11‑12Evaluasi• Analisis data • Wawancara peserta • Penyusunan laporanLaporan pilot, rekomendasi

VI. ANALISIS DATA

6.1 Analisis Kuantitatif

UjiTujuanMetodeSoftware
Perbandingan Rata‑rataMembandingkan DQI baseline vs intervensiPaired t‑test (jika normal) atau Wilcoxon signed‑rank testExcel, R, SPSS
Effect SizeMengukur besarnya dampakCohen's dExcel, R
Per DimensiMelihat peningkatan per dimensi DQIDeskriptif, grafikExcel
KorelasiHubungan antara IPDG Lite, ETD, dan DQIPearson/SpearmanExcel, R
PDRR AwalMenghitung reversal sementara (jika ada)DeskriptifExcel

6.2 Analisis Kualitatif

AspekMetodeOutput
Dokumentasi dissentAnalisis isi formulir dissentFrekuensi dan kualitas dissent
Studi kasusPilih 2 keputusan (1 dengan peningkatan signifikan, 1 dengan tantangan)Narasi pembelajaran
Wawancara pesertaWawancara semi‑terstruktur (opsional)Persepsi, hambatan, saran

6.3 Interpretasi Hasil

TemuanInterpretasiTindak Lanjut
DQI naik ≥15% (signifikan)PDG efektif di konteks iniSiapkan perluasan ke unit lain
DQI naik 5–14% (moderat)PDG cukup efektif, perlu penyempurnaanIdentifikasi area lemah, perbaiki
DQI stagnan atau turunPDG tidak efektif di konteks iniAnalisis penyebab (resistensi, beban, dll)
ETD meningkatTransparansi temporal membaikPertahankan, laporkan ke pimpinan
Dissent meningkatDeliberative structure berfungsiPertahankan, perkuat perlindungan
Waktu rapat >60 menitBeban terlalu beratSederhanakan protokol

VII. KRITERIA KEBERHASILAN

Pilot dianggap BERHASIL jika memenuhi minimal 5 dari 8 kriteria berikut:

NoKriteriaTarget MinimalMetode Verifikasi
1Kenaikan DQI rata‑rata≥ 15% (atau ≥ 10 poin skala 0‑100)Perbandingan baseline vs intervensi
2Jumlah alternatifMeningkat dari rata‑rata <2 menjadi ≥2,5Analisis formulir IPDG Lite
3Identifikasi risikoMeningkat signifikan (skor DQI dimensi 3 naik)Perbandingan DQI per dimensi
4Dissent tercatat≥ 50% keputusan memiliki dissent terdokumentasiAnalisis formulir dissent
5ETD meningkatRata‑rata ETD naik ≥ 2 poinPerbandingan ETD baseline vs intervensi
6Kohesi timTidak menurun (hasil wawancara atau survei singkat)Wawancara / survei anonim
7Waktu rapatTidak melebihi +45 menit per keputusanCatatan waktu rapat
8Pembelajaran terdokumentasiAda catatan pembelajaran untuk setiap keputusanFormulir catatan pembelajaran

Pilot tetap BERMANFAAT meskipun tidak mencapai target, karena failure case juga penting untuk pembelajaran dan publikasi.

VIII. RISIKO DAN MITIGASI

RisikoDampakMitigasi
Defensive leadershipPimpinan merasa dikritik, intervensi terhambatFraming sebagai "eksperimen belajar", bukan evaluasi kinerja; libatkan pimpinan sejak awal
Tim Penantang dianggap musuhKonflik internal, dissent tidak berjalanRotasi peran, penekanan pada "kritik argumen, bukan orang", apresiasi publik untuk penantang
Waktu rapat membengkakBeban tambahan, tim enggan melanjutkanBatasi tambahan waktu maksimal 30 menit; gunakan timer; sederhanakan protokol jika perlu
Skor DQI formalitasData tidak akurat, tidak mencerminkan realitasEvaluasi anonim, penjelasan bahwa ini untuk pembelajaran, triangulasi dengan wawancara
Kehilangan momentumTidak konsisten, data tidak cukupKomitmen pimpinan, pengingat mingguan, insentif kecil (apresiasi)
Data tidak lengkapAnalisis sulit dilakukanPastikan formulir diisi lengkap; follow‑up rutin
ETD sulit diukurData tidak akuratGunakan definisi yang jelas, libatkan admin untuk mencatat

IX. OUTPUT YANG HARUS DIHASILKAN

Pilot harus menghasilkan minimal 8 output berikut:

NoOutputDeskripsiFormat
1Dataset DQISkor DQI untuk minimal 10 keputusan (4 baseline, 4 intervensi, 2 stabilisasi)Excel/CSV
2Dataset IPDG LiteFormulir IPDG Lite yang telah diisi (8‑10 dokumen)PDF/scan
3Dataset ETDSkor ETD untuk setiap keputusanExcel
4Catatan DissentRekaman perbedaan pendapat (minimal 4 catatan)Formulir dissent
5Studi kasus2 studi kasus mendalam (1 sukses, 1 tantangan)Narasi 2‑3 halaman
6Failure case1 keputusan yang tidak membaik atau memburuk – WAJIBAnalisis penyebab
7Laporan pilotLaporan lengkap 15‑20 halamanPDF
8RekomendasiRencana tindak lanjut dan rekomendasi untuk perluasanDokumen terpisah

Catatan: Jika tidak ada failure case, itu indikasi bias sosial desirability – peserta mungkin tidak jujur. Fasilitator perlu secara aktif mencari keputusan yang kurang berhasil.

X. VARIASI PILOT UNTUK KONTEKS BERBEDA

10.1 Pilot untuk Organisasi Pemerintah

AspekPenyesuaian
Unit pilotSatu direktorat atau bagian perencanaan
KeputusanKebijakan, program, anggaran
DukunganPerlu izin atasan, bisa diintegrasikan dengan evaluasi kinerja
DQITambahkan dimensi "kepatuhan regulasi" dan "dampak publik"
ETDFokus pada keterlibatan Inspektorat/APIP
IzinKoordinasi dengan Inspektorat/APIP

10.2 Pilot untuk Korporasi

AspekPenyesuaian
Unit pilotTim manajemen produk, divisi investasi, bagian pemasaran
KeputusanPengembangan produk, ekspansi pasar, investasi, pengadaan
BahasaGunakan istilah bisnis (ROI, NPV, risiko pasar, unit economics)
DQITambahkan dimensi "dampak finansial" dan "ROI"
Tim PenantangLibatkan dari divisi berbeda (keuangan, legal, operasional)

10.3 Pilot untuk NGO / Yayasan

AspekPenyesuaian
Unit pilotTim program, divisi advokasi, unit penggalangan dana
KeputusanDesain program, kemitraan, alokasi dana donor
FokusDampak sosial, keberlanjutan
DQITambahkan dimensi "kepuasan penerima manfaat" dan "keberlanjutan"
Tim PenantangLibatkan relawan, mitra komunitas

10.4 Pilot untuk UMKM

AspekPenyesuaian
Unit pilotPemilik + 1‑2 karyawan
KeputusanInvestasi, pengadaan, pemasaran, ekspansi
ProtokolSangat sederhana, tanpa formalitas berlebihan (cukup 3‑4 pertanyaan)
AlatToolkit UMKM v3.1.a (10 Pertanyaan) sebagai pengganti IPDG Lite
Tim PenantangKeluarga, mentor, atau teman sesama pengusaha

10.5 Pilot untuk Lembaga Pendidikan

AspekPenyesuaian
Unit pilotSatu program studi, bagian kurikulum, unit kemahasiswaan
KeputusanPengembangan kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, pengadaan fasilitas
FokusMutu pembelajaran, kepuasan siswa/mahasiswa
Tim PenantangLibatkan dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa

XI. FORMULIR REKAPITULASI PILOT

FORMULIR REKAPITULASI PILOT 90 HARI

Unit: _________________ Periode: _________________ Fasilitator: _________________

NoNama KeputusanTanggalFaseDQI (0‑100)ETD (0‑8)Jml OpsiDissent?Catatan
1BL
2BL
3BL
4BL
5IN
6IN
7IN
8IN
9ST
10ST

Rata‑rata DQI Baseline: ___ / 100 Rata‑rata DQI Intervensi: ___ / 100 Selisih DQI: ___ poin (___%)

Rata‑rata ETD Baseline: ___ / 8 Rata‑rata ETD Intervensi: ___ / 8 Selisih ETD: ___ poin

Kesimpulan: ☐ Berhasil ☐ Cukup ☐ Perlu Perbaikan ☐ Tidak Berhasil

XII. LANGKAH AWAL MEMULAI PILOT

H‑AktivitasPIC
H‑14Identifikasi unit pilot potensialKoordinator pilot
H‑10Presentasi konsep ke pimpinan unitKoordinator pilot
H‑7Dapatkan persetujuan dan komitmen pimpinanKoordinator pilot
H‑5Sosialisasi ke tim: ini eksperimen belajar, bukan evaluasi kinerjaPimpinan unit
H‑3Latihan singkat Tim Penantang (simulasi 1 keputusan dummy)Fasilitator
H‑0Mulai Fase BaselineSemua

XIII. KESIMPULAN

Pilot 90 Hari menawarkan cara paling realistis, murah, dan cepat untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance. Dengan desain yang sederhana namun robust, pilot ini dapat memberikan bukti awal yang berharga sebelum organisasi memutuskan untuk mengadopsi PDG secara lebih luas.

Nilai Strategis Pilot:

AspekManfaat
Bagi OrganisasiBukti empiris awal tentang efektivitas PDG; pembelajaran internal; peningkatan kualitas keputusan
Bagi Accountability‑Based Universal Wisdom and TrustValidasi lapangan; masukan untuk penyempurnaan; bahan publikasi
Bagi AkademisiData empiris; studi kasus; bahan untuk riset lebih lanjut
Bagi Pengembangan InstrumenUji coba IPDG Lite, ETD Lite, dan DQI Ringkas

Jika pilot ini berhasil, organisasi dapat mengklaim secara sah:

"PDG demonstrated measurable improvement in decision quality in a real organizational setting."

Itu jauh lebih kuat daripada 100 halaman dokumen konseptual. Jika pilot ini gagal, justru akan memberikan pembelajaran berharga tentang kondisi di mana PDG tidak efektif, dan itu juga kontribusi ilmiah yang penting.

"Keputusan terbaik tidak lahir dari keberuntungan, tetapi dari proses yang teruji. Pilot ini adalah langkah pertama menuju proses itu."