LAMPIRAN F: DESAIN PILOT 90 HARI
Versi: 1.0 – Final untuk Publikasi | 21 Februari 2026
I. PENGANTAR
Pilot 90 Hari adalah desain uji coba cepat (rapid pilot) yang dirancang untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance (PDG) dalam konteks organisasi skala kecil‑menengah. Pilot ini mengadopsi prinsip minimum risk, maximum learning—tidak membutuhkan perubahan struktur organisasi, tidak memerlukan anggaran besar, dan dapat dijalankan oleh satu unit kerja dengan 5–9 orang.
Pilot ini merupakan operasionalisasi dari keempat pilar PDG melalui mekanisme‑mekanisme turunannya, terutama Structured Challenge Protocol (SCP), serta mengintegrasikan pengukuran menggunakan IPDG (47 indikator), DQI, ETD, dan PDRR sebagai indikator keberhasilan.
1.1 Tujuan Utama
- Menguji apakah integrasi keempat pilar PDG dapat meningkatkan kualitas keputusan dalam setting organisasi nyata.
- Mendapatkan bukti awal (pilot evidence) tentang efektivitas PDG sebelum perluasan skala.
- Membangun kapasitas internal organisasi dalam menerapkan structured pre‑decision governance.
- Menghasilkan dokumentasi pembelajaran yang dapat dipublikasikan sebagai working paper atau policy brief.
- Mengidentifikasi hambatan implementasi dan area perbaikan untuk iterasi berikutnya.
- Menguji keterkaitan antara IPDG, ETD, DQI, dan PDRR dalam skala terbatas.
1.2 Prinsip Desain
| Prinsip | Penjelasan |
|---|---|
| Minimum risk | Tidak mengubah struktur organisasi, tidak perlu izin tingkat tinggi |
| Low cost | Biaya hampir nol jika dilakukan internal; hanya perlu komitmen waktu |
| Non‑disruptive | Tidak mengganggu SOP formal; protokol ditambahkan sebagai lapisan |
| Scalable | Desain dapat direplikasi di unit lain jika berhasil |
| Measurable | Menggunakan IPDG, ETD, DQI, dan PDRR sebagai indikator |
| Learning‑oriented | Fokus pada pembelajaran, bukan evaluasi kinerja individu |
II. DESAIN EKSPERIMEN
2.1 Model: Controlled Before–After Design
| Fase | Durasi | Aktivitas | Pengukuran |
|---|---|---|---|
| Fase 0: Persiapan | 1 minggu | Sosialisasi, pelatihan singkat, penunjukan Tim Penantang | Baseline pemahaman tim |
| Fase 1: Baseline | 4 minggu | 4 keputusan dibuat seperti biasa (tanpa intervensi) | IPDG (versi ringkas), ETD, DQI baseline |
| Fase 2: Intervensi | 4 minggu | 4 keputusan berikutnya dengan intervensi PDG | IPDG, ETD, DQI intervensi |
| Fase 3: Stabilisasi & Evaluasi | 4 minggu | 2 keputusan tambahan, analisis data, wawancara | DQI lanjutan, persiapan data PDRR |
2.2 Unit Analisis
Setiap "keputusan strategis" dianggap satu observasi. Contoh keputusan yang dapat dijadikan unit analisis:
- Persetujuan program atau proyek baru
- Revisi anggaran signifikan (>10% dari total)
- Seleksi mitra atau vendor strategis
- Perubahan kebijakan internal
- Alokasi sumber daya strategis
- Keputusan investasi atau pengadaan besar
Target minimal: 10–12 keputusan terukur selama 90 hari (4 baseline + 4 intervensi + 2–4 keputusan stabilisasi).
2.3 Lokasi Pilot Ideal
| Jenis Organisasi | Keunggulan | Tantangan |
|---|---|---|
| Yayasan skala kecil–menengah | Struktur sederhana, keputusan beragam | Kapasitas dokumentasi terbatas |
| Unit program dalam NGO | Fokus pada dampak, terbiasa evaluasi | Tekanan donor, waktu terbatas |
| Tim proyek (5–9 orang) | Keputusan sering, siklus cepat | Durasi proyek terbatas |
| Divisi dalam perusahaan | Sumber daya memadai, budaya formal | Birokrasi, resistensi perubahan |
| Unit pelayanan publik (Puskesmas, sekolah) | Dampak sosial langsung | Keterbatasan wewenang |
Rekomendasi paling realistis: Satu unit pengelolaan program dengan 5–7 pengambil keputusan.
III. INTERVENSI PDG
3.1 Protokol Wajib (Tambahan 30–45 Menit per Rapat)
| Langkah | Aktivitas | Durasi | Alat | Pilar PDG |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengisi Lembar Pra‑Keputusan (versi ringkas IPDG) | 10 menit | Formulir Pra‑Keputusan | Semua pilar |
| 2 | Deklarasi framing masalah secara eksplisit | 5 menit | - | Framing Governance |
| 3 | Menyajikan minimal 3 opsi substantif | 5 menit | Template Opsi | Option Architecture |
| 4 | Deklarasi asumsi kritis (minimal 3 asumsi) | 5 menit | Formulir Asumsi | Information Filtering |
| 5 | Mengaktifkan Tim Penantang (1–2 orang rotasi) | 10–15 menit | Peran Tim Penantang | Deliberative Structure |
| 6 | Mencatat dissent secara formal | 3 menit | Formulir Catatan Dissent | Deliberative Structure |
| 7 | Reframing summary oleh ketua rapat | 2 menit | - | Framing Governance |
| 8 | Mengisi DQI scoring sheet pasca‑keputusan (24 jam setelah rapat) | 5 menit | Formulir DQI Ringkas | - |
3.2 Aturan Tim Penantang
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Jumlah | 1–2 orang per keputusan, dipilih secara rotasi dari anggota tim |
| Independensi | Tidak terlibat langsung sebagai pengusul proposal |
| Tugas | Mencari kelemahan, menguji asumsi, menawarkan alternatif |
| Perlindungan | Tidak boleh dinilai negatif karena tugasnya; justru diapresiasi |
| Rotasi | Semua anggota mendapat giliran menjadi penantang |
3.3 Instrumen yang Digunakan
| Instrumen | Fungsi | Sumber |
|---|---|---|
| Formulir Pra‑Keputusan (IPDG Lite) | Dokumentasi proses pra‑keputusan | Adaptasi IPDG 47 |
| Formulir DQI Ringkas | Pengukuran kualitas keputusan | Adaptasi DQI |
| Formulir Catatan Dissent | Dokumentasi perbedaan pendapat | SCP Formulir |
| Formulir ETD Lite | Pengukuran transparansi temporal | Adaptasi ETD |
| Panduan Tim Penantang | Pedoman peran penantang | SOP SCP (Panduan Cepat) |
IV. INSTRUMEN PENGUKURAN
4.1 Formulir Pra‑Keputusan (IPDG Lite – 1 Halaman)
LEMBAR PRA‑KEPUTUSAN (IPDG LITE)
Nama Keputusan: _________________ Tanggal: _________________
Sponsor: _________________ Tim Penantang: _________________
A. FRAMING MASALAH
| Masalah yang ingin dipecahkan: | |
| Akar masalah (bukan gejala): | |
| Adakah cara pandang alternatif? Sebutkan: |
B. OPSI YANG DIPERTIMBANGKAN
| Opsi | Deskripsi Singkat | Kelebihan | Kelemahan |
|---|---|---|---|
| 1 (dipilih) | |||
| 2 | |||
| 3 |
C. ASUMSI KRITIS
| No | Asumsi (Apa yang harus benar agar berhasil?) | Jika salah, dampaknya? |
|---|---|---|
| 1 | ||
| 2 | ||
| 3 |
D. PROSES DELIBERASI
Dissent yang muncul: _________________________________________________
Tanggapan sponsor: _________________________________________________
Perubahan yang dilakukan: _________________________________________________
4.2 Formulir DQI Ringkas (1 Halaman)
FORMULIR EVALUASI KEPUTUSAN (DQI RINGKAS)
Nama Keputusan: _________________ Tanggal Evaluasi: _________________
Evaluator: _________________ (self‑assessment oleh sponsor, diverifikasi ketua)
| Dimensi | Skor 1‑5 | Catatan / Bukti |
|---|---|---|
| Kejelasan Tujuan (Apakah tujuan keputusan jelas dan terukur?) | □ □ □ □ □ | |
| Kualitas Opsi (Apakah alternatif yang dipertimbangkan memadai?) | □ □ □ □ □ | |
| Identifikasi Risiko (Apakah risiko utama diidentifikasi?) | □ □ □ □ □ | |
| Kualitas Asumsi (Apakah asumsi kritis diuji?) | □ □ □ □ □ | |
| Proses Deliberasi (Apakah dissent difasilitasi?) | □ □ □ □ □ | |
| Dokumentasi (Apakah proses terdokumentasi baik?) | □ □ □ □ □ | |
| Keyakinan Pasca‑Keputusan (2 minggu setelah, apakah masih yakin?) | □ □ □ □ □ |
DQI Total = (Total skor / 7) × 20 = ___ / 100
4.3 Formulir ETD Lite (1 Halaman)
FORMULIR EX‑ANTE TRANSPARENCY DEPTH (ETD LITE)
| Dimensi | Pertanyaan | Skor |
|---|---|---|
| ETD‑1 | Berapa hari sebelum keputusan final pihak eksternal (auditor/publik) dilibatkan? | □ Tidak (0) □ H‑1 (1) □ H‑7 (2) □ H‑30 (3) □ > H‑30 (4) |
| ETD‑2 | Apakah risiko utama diungkapkan dalam dokumen? | □ Tidak (0) □ Sebagian (1) □ Lengkap (2) |
| ETD‑3 | Apakah dissent dicatat dan dikomunikasikan? | □ Tidak (0) □ Dicatat internal (1) □ Dicatat & dikomunikasikan (2) |
Total ETD = ___ / 8
4.4 Formulir Catatan Dissent
FORMULIR CATATAN DISSENT
Keputusan: _________________ Tanggal: _________________
| No | Pendapat Minoritas | Disampaikan Oleh | Dasar Argumen | Ditindaklanjuti? |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ☐ Ya ☐ Sebagian ☐ Tidak | |||
| 2 | ☐ Ya ☐ Sebagian ☐ Tidak |
V. JADWAL RINCI 90 HARI
| Minggu | Fase | Aktivitas | Output |
|---|---|---|---|
| M‑1 | Persiapan | • Seleksi unit pilot • Dapatkan persetujuan pimpinan • Sosialisasi ke tim • Latihan singkat Tim Penantang | Tim siap, komitmen pimpinan |
| M1 | Baseline | Keputusan #1 (biasa), ukur DQI, ETD | Data baseline 1 |
| M2 | Baseline | Keputusan #2 (biasa), ukur DQI, ETD | Data baseline 2 |
| M3 | Baseline | Keputusan #3 (biasa), ukur DQI, ETD | Data baseline 3 |
| M4 | Baseline | Keputusan #4 (biasa), ukur DQI, ETD | Data baseline 4 |
| M5 | Intervensi | Keputusan #5 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQI | Data intervensi 1 |
| M6 | Intervensi | Keputusan #6 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQI | Data intervensi 2 |
| M7 | Intervensi | Keputusan #7 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQI | Data intervensi 3 |
| M8 | Intervensi | Keputusan #8 dengan PDG, ukur IPDG Lite, ETD, DQI | Data intervensi 4 |
| M9 | Stabilisasi | Keputusan #9 (opsional, dengan PDG), ukur DQI | Data stabilisasi 1 |
| M10 | Stabilisasi | Keputusan #10 (opsional, dengan PDG), ukur DQI | Data stabilisasi 2 |
| M11‑12 | Evaluasi | • Analisis data • Wawancara peserta • Penyusunan laporan | Laporan pilot, rekomendasi |
VI. ANALISIS DATA
6.1 Analisis Kuantitatif
| Uji | Tujuan | Metode | Software |
|---|---|---|---|
| Perbandingan Rata‑rata | Membandingkan DQI baseline vs intervensi | Paired t‑test (jika normal) atau Wilcoxon signed‑rank test | Excel, R, SPSS |
| Effect Size | Mengukur besarnya dampak | Cohen's d | Excel, R |
| Per Dimensi | Melihat peningkatan per dimensi DQI | Deskriptif, grafik | Excel |
| Korelasi | Hubungan antara IPDG Lite, ETD, dan DQI | Pearson/Spearman | Excel, R |
| PDRR Awal | Menghitung reversal sementara (jika ada) | Deskriptif | Excel |
6.2 Analisis Kualitatif
| Aspek | Metode | Output |
|---|---|---|
| Dokumentasi dissent | Analisis isi formulir dissent | Frekuensi dan kualitas dissent |
| Studi kasus | Pilih 2 keputusan (1 dengan peningkatan signifikan, 1 dengan tantangan) | Narasi pembelajaran |
| Wawancara peserta | Wawancara semi‑terstruktur (opsional) | Persepsi, hambatan, saran |
6.3 Interpretasi Hasil
| Temuan | Interpretasi | Tindak Lanjut |
|---|---|---|
| DQI naik ≥15% (signifikan) | PDG efektif di konteks ini | Siapkan perluasan ke unit lain |
| DQI naik 5–14% (moderat) | PDG cukup efektif, perlu penyempurnaan | Identifikasi area lemah, perbaiki |
| DQI stagnan atau turun | PDG tidak efektif di konteks ini | Analisis penyebab (resistensi, beban, dll) |
| ETD meningkat | Transparansi temporal membaik | Pertahankan, laporkan ke pimpinan |
| Dissent meningkat | Deliberative structure berfungsi | Pertahankan, perkuat perlindungan |
| Waktu rapat >60 menit | Beban terlalu berat | Sederhanakan protokol |
VII. KRITERIA KEBERHASILAN
Pilot dianggap BERHASIL jika memenuhi minimal 5 dari 8 kriteria berikut:
| No | Kriteria | Target Minimal | Metode Verifikasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Kenaikan DQI rata‑rata | ≥ 15% (atau ≥ 10 poin skala 0‑100) | Perbandingan baseline vs intervensi |
| 2 | Jumlah alternatif | Meningkat dari rata‑rata <2 menjadi ≥2,5 | Analisis formulir IPDG Lite |
| 3 | Identifikasi risiko | Meningkat signifikan (skor DQI dimensi 3 naik) | Perbandingan DQI per dimensi |
| 4 | Dissent tercatat | ≥ 50% keputusan memiliki dissent terdokumentasi | Analisis formulir dissent |
| 5 | ETD meningkat | Rata‑rata ETD naik ≥ 2 poin | Perbandingan ETD baseline vs intervensi |
| 6 | Kohesi tim | Tidak menurun (hasil wawancara atau survei singkat) | Wawancara / survei anonim |
| 7 | Waktu rapat | Tidak melebihi +45 menit per keputusan | Catatan waktu rapat |
| 8 | Pembelajaran terdokumentasi | Ada catatan pembelajaran untuk setiap keputusan | Formulir catatan pembelajaran |
Pilot tetap BERMANFAAT meskipun tidak mencapai target, karena failure case juga penting untuk pembelajaran dan publikasi.
VIII. RISIKO DAN MITIGASI
| Risiko | Dampak | Mitigasi |
|---|---|---|
| Defensive leadership | Pimpinan merasa dikritik, intervensi terhambat | Framing sebagai "eksperimen belajar", bukan evaluasi kinerja; libatkan pimpinan sejak awal |
| Tim Penantang dianggap musuh | Konflik internal, dissent tidak berjalan | Rotasi peran, penekanan pada "kritik argumen, bukan orang", apresiasi publik untuk penantang |
| Waktu rapat membengkak | Beban tambahan, tim enggan melanjutkan | Batasi tambahan waktu maksimal 30 menit; gunakan timer; sederhanakan protokol jika perlu |
| Skor DQI formalitas | Data tidak akurat, tidak mencerminkan realitas | Evaluasi anonim, penjelasan bahwa ini untuk pembelajaran, triangulasi dengan wawancara |
| Kehilangan momentum | Tidak konsisten, data tidak cukup | Komitmen pimpinan, pengingat mingguan, insentif kecil (apresiasi) |
| Data tidak lengkap | Analisis sulit dilakukan | Pastikan formulir diisi lengkap; follow‑up rutin |
| ETD sulit diukur | Data tidak akurat | Gunakan definisi yang jelas, libatkan admin untuk mencatat |
IX. OUTPUT YANG HARUS DIHASILKAN
Pilot harus menghasilkan minimal 8 output berikut:
| No | Output | Deskripsi | Format |
|---|---|---|---|
| 1 | Dataset DQI | Skor DQI untuk minimal 10 keputusan (4 baseline, 4 intervensi, 2 stabilisasi) | Excel/CSV |
| 2 | Dataset IPDG Lite | Formulir IPDG Lite yang telah diisi (8‑10 dokumen) | PDF/scan |
| 3 | Dataset ETD | Skor ETD untuk setiap keputusan | Excel |
| 4 | Catatan Dissent | Rekaman perbedaan pendapat (minimal 4 catatan) | Formulir dissent |
| 5 | Studi kasus | 2 studi kasus mendalam (1 sukses, 1 tantangan) | Narasi 2‑3 halaman |
| 6 | Failure case | 1 keputusan yang tidak membaik atau memburuk – WAJIB | Analisis penyebab |
| 7 | Laporan pilot | Laporan lengkap 15‑20 halaman | |
| 8 | Rekomendasi | Rencana tindak lanjut dan rekomendasi untuk perluasan | Dokumen terpisah |
Catatan: Jika tidak ada failure case, itu indikasi bias sosial desirability – peserta mungkin tidak jujur. Fasilitator perlu secara aktif mencari keputusan yang kurang berhasil.
X. VARIASI PILOT UNTUK KONTEKS BERBEDA
10.1 Pilot untuk Organisasi Pemerintah
| Aspek | Penyesuaian |
|---|---|
| Unit pilot | Satu direktorat atau bagian perencanaan |
| Keputusan | Kebijakan, program, anggaran |
| Dukungan | Perlu izin atasan, bisa diintegrasikan dengan evaluasi kinerja |
| DQI | Tambahkan dimensi "kepatuhan regulasi" dan "dampak publik" |
| ETD | Fokus pada keterlibatan Inspektorat/APIP |
| Izin | Koordinasi dengan Inspektorat/APIP |
10.2 Pilot untuk Korporasi
| Aspek | Penyesuaian |
|---|---|
| Unit pilot | Tim manajemen produk, divisi investasi, bagian pemasaran |
| Keputusan | Pengembangan produk, ekspansi pasar, investasi, pengadaan |
| Bahasa | Gunakan istilah bisnis (ROI, NPV, risiko pasar, unit economics) |
| DQI | Tambahkan dimensi "dampak finansial" dan "ROI" |
| Tim Penantang | Libatkan dari divisi berbeda (keuangan, legal, operasional) |
10.3 Pilot untuk NGO / Yayasan
| Aspek | Penyesuaian |
|---|---|
| Unit pilot | Tim program, divisi advokasi, unit penggalangan dana |
| Keputusan | Desain program, kemitraan, alokasi dana donor |
| Fokus | Dampak sosial, keberlanjutan |
| DQI | Tambahkan dimensi "kepuasan penerima manfaat" dan "keberlanjutan" |
| Tim Penantang | Libatkan relawan, mitra komunitas |
10.4 Pilot untuk UMKM
| Aspek | Penyesuaian |
|---|---|
| Unit pilot | Pemilik + 1‑2 karyawan |
| Keputusan | Investasi, pengadaan, pemasaran, ekspansi |
| Protokol | Sangat sederhana, tanpa formalitas berlebihan (cukup 3‑4 pertanyaan) |
| Alat | Toolkit UMKM v3.1.a (10 Pertanyaan) sebagai pengganti IPDG Lite |
| Tim Penantang | Keluarga, mentor, atau teman sesama pengusaha |
10.5 Pilot untuk Lembaga Pendidikan
| Aspek | Penyesuaian |
|---|---|
| Unit pilot | Satu program studi, bagian kurikulum, unit kemahasiswaan |
| Keputusan | Pengembangan kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, pengadaan fasilitas |
| Fokus | Mutu pembelajaran, kepuasan siswa/mahasiswa |
| Tim Penantang | Libatkan dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa |
XI. FORMULIR REKAPITULASI PILOT
FORMULIR REKAPITULASI PILOT 90 HARI
Unit: _________________ Periode: _________________ Fasilitator: _________________
| No | Nama Keputusan | Tanggal | Fase | DQI (0‑100) | ETD (0‑8) | Jml Opsi | Dissent? | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | BL | |||||||
| 2 | BL | |||||||
| 3 | BL | |||||||
| 4 | BL | |||||||
| 5 | IN | |||||||
| 6 | IN | |||||||
| 7 | IN | |||||||
| 8 | IN | |||||||
| 9 | ST | |||||||
| 10 | ST |
Rata‑rata DQI Baseline: ___ / 100 Rata‑rata DQI Intervensi: ___ / 100 Selisih DQI: ___ poin (___%)
Rata‑rata ETD Baseline: ___ / 8 Rata‑rata ETD Intervensi: ___ / 8 Selisih ETD: ___ poin
Kesimpulan: ☐ Berhasil ☐ Cukup ☐ Perlu Perbaikan ☐ Tidak Berhasil
XII. LANGKAH AWAL MEMULAI PILOT
| H‑ | Aktivitas | PIC |
|---|---|---|
| H‑14 | Identifikasi unit pilot potensial | Koordinator pilot |
| H‑10 | Presentasi konsep ke pimpinan unit | Koordinator pilot |
| H‑7 | Dapatkan persetujuan dan komitmen pimpinan | Koordinator pilot |
| H‑5 | Sosialisasi ke tim: ini eksperimen belajar, bukan evaluasi kinerja | Pimpinan unit |
| H‑3 | Latihan singkat Tim Penantang (simulasi 1 keputusan dummy) | Fasilitator |
| H‑0 | Mulai Fase Baseline | Semua |
XIII. KESIMPULAN
Pilot 90 Hari menawarkan cara paling realistis, murah, dan cepat untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance. Dengan desain yang sederhana namun robust, pilot ini dapat memberikan bukti awal yang berharga sebelum organisasi memutuskan untuk mengadopsi PDG secara lebih luas.
Nilai Strategis Pilot:
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Bagi Organisasi | Bukti empiris awal tentang efektivitas PDG; pembelajaran internal; peningkatan kualitas keputusan |
| Bagi Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust | Validasi lapangan; masukan untuk penyempurnaan; bahan publikasi |
| Bagi Akademisi | Data empiris; studi kasus; bahan untuk riset lebih lanjut |
| Bagi Pengembangan Instrumen | Uji coba IPDG Lite, ETD Lite, dan DQI Ringkas |
Jika pilot ini berhasil, organisasi dapat mengklaim secara sah:
"PDG demonstrated measurable improvement in decision quality in a real organizational setting."
Itu jauh lebih kuat daripada 100 halaman dokumen konseptual. Jika pilot ini gagal, justru akan memberikan pembelajaran berharga tentang kondisi di mana PDG tidak efektif, dan itu juga kontribusi ilmiah yang penting.
"Keputusan terbaik tidak lahir dari keberuntungan, tetapi dari proses yang teruji. Pilot ini adalah langkah pertama menuju proses itu."