Halaman

Jumat, 20 Februari 2026

Lv 3. Indeks PDG

LAMPIRAN A: IPDG – Indeks Pre‑Decision Governance

LAMPIRAN A: INDEKS PRE‑DECISION GOVERNANCE (IPDG)

Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust
Cross‑Sector Pre‑Decision Governance Translator
47 Indikator untuk Mengukur Kualitas Arsitektur Pra‑Keputusan
Versi 2.1 – dengan Integrasi Indikator Pre‑Mortem (Final, 21 Februari 2026)

I. PENGANTAR

Indeks Pre‑Decision Governance (IPDG) adalah instrumen pengukuran yang dikembangkan untuk mengoperasionalkan keempat pilar Pre‑Decision Governance (PDG) ke dalam indikator‑indikator terukur. IPDG dirancang untuk menilai sejauh mana suatu organisasi atau unit kerja telah menginstitusionalisasikan arsitektur penalaran pra‑keputusan yang berkualitas.

Instrumen ini terdiri dari 47 indikator yang tersebar dalam empat dimensi, sesuai dengan empat pilar universal PDG. Dibandingkan versi sebelumnya, versi 2.1 ini telah dilengkapi dengan satu indikator baru (DSG13) untuk mengukur praktik pre‑mortem analysis sebagai bagian dari upaya mengakomodasi variabel Epistemic Challenge Intensity (ECI).

DimensiJumlah IndikatorPilar PDG
Framing Governance (FG)10 indikatorPilar 1: Framing Governance
Option Architecture Governance (OAG)12 indikatorPilar 2: Option Architecture Governance
Information Filtering Governance (IFG)12 indikatorPilar 3: Information Filtering Governance
Deliberative Structure Governance (DSG)13 indikatorPilar 4: Deliberative Structure Governance

Setiap indikator diukur menggunakan skala Likert 5 poin dengan rubrik deskriptif untuk menghindari bias penilai dan meningkatkan reliabilitas antar‑penilai.

II. PETUNJUK PENGISIAN

  1. Instrumen ini diisi berdasarkan satu keputusan strategis terakhir yang Anda libatkan secara langsung dalam 12 bulan terakhir.
  2. Jawablah dengan jujur berdasarkan apa yang benar‑benar terjadi, bukan berdasarkan apa yang seharusnya terjadi.
  3. Gunakan rubrik yang disediakan untuk menentukan skor 1–5 pada setiap indikator.
  4. Jika memungkinkan, siapkan dokumen terkait keputusan tersebut (notulen rapat, memo kebijakan, dokumen perencanaan) untuk membantu akurasi jawaban.
  5. Instrumen ini bersifat diagnostik, bukan evaluatif untuk kinerja individu. Gunakan untuk perbaikan sistem, bukan untuk penilaian personal.

III. DAFTAR INDIKATOR DENGAN RUBRIK DETAIL

DIMENSI A: FRAMING GOVERNANCE (10 Indikator)

Mengukur sejauh mana masalah didefinisikan secara akurat dan komprehensif.

NoIndikatorRubrik Penilaian
FG1Sebelum solusi diusulkan, dilakukan analisis tertulis mengenai akar masalah (root cause analysis).1: Tidak ada analisis tertulis. 3: Ada analisis tertulis, tetapi hanya berupa daftar penyebab tanpa kedalaman. 5: Ada analisis tertulis yang mendalam (misal: fishbone, 5 whys) dan terdokumentasi.
FG2Terdapat dokumen yang membedakan secara eksplisit antara "gejala" dan "penyebab utama".1: Tidak ada pembedaan. 3: Ada penyebutan gejala dan penyebab, tetapi tidak eksplisit. 5: Dokumen secara eksplisit memisahkan gejala dan akar masalah.
FG3Setidaknya satu framing alternatif terhadap masalah disusun secara formal.1: Tidak ada framing alternatif. 3: Ada framing alternatif tetapi tidak terdokumentasi formal. 5: Ada framing alternatif yang terdokumentasi dan dibahas dalam rapat.
FG4Framing alternatif tersebut diuji menggunakan data atau bukti empiris.1: Tidak diuji. 3: Diuji secara anekdotal atau opini. 5: Diuji dengan data yang relevan dan terdokumentasi.
FG5Ada unit atau pihak independen yang mereview definisi masalah sebelum solusi disusun.1: Tidak ada review independen. 3: Ada review informal oleh pihak lain. 5: Ada review formal oleh unit independen (misal: auditor internal, konsultan).
FG6Analisis masalah diselesaikan sebelum draft solusi pertama disebarkan.1: Draft solusi disusun sebelum analisis masalah selesai. 3: Analisis dan solusi berjalan paralel. 5: Analisis masalah tuntas sebelum solusi dirancang.
FG7Dalam rapat awal, lebih banyak waktu digunakan untuk mendefinisikan masalah dibanding membahas solusi.1: Rapat langsung membahas solusi. 3: Seimbang antara masalah dan solusi. 5: Mayoritas waktu digunakan untuk memahami masalah.
FG8Terdapat catatan tertulis yang menunjukkan adanya perdebatan tentang definisi masalah.1: Tidak ada catatan perdebatan. 3: Ada catatan tetapi tidak detail. 5: Ada notulen yang mencatat argumen pro‑kontra definisi masalah.
FG9Definisi masalah direvisi setelah evaluasi data tambahan.1: Definisi tidak pernah berubah meskipun ada data baru. 3: Revisi terjadi tetapi tidak terdokumentasi. 5: Revisi terdokumentasi dan jelas alasannya.
FG10Pernah terjadi situasi di mana solusi ditolak karena framing masalah dinilai belum matang.1: Tidak pernah terjadi. 3: Jarang terjadi (kurang dari 20% kasus). 5: Sering terjadi (lebih dari 50% kasus) – menunjukkan budaya kritis.

DIMENSI B: OPTION ARCHITECTURE GOVERNANCE (12 Indikator)

Mengukur sejauh mana berbagai alternatif dieksplorasi secara memadai.

NoIndikatorRubrik Penilaian
OAG1Disajikan minimal tiga alternatif kebijakan/keputusan yang substantif berbeda.1: Hanya satu opsi. 3: Dua opsi. 5: Tiga opsi atau lebih, dan semuanya substantif berbeda.
OAG2Setiap alternatif memiliki estimasi biaya yang terdokumentasi.1: Tidak ada estimasi biaya. 3: Ada estimasi tetapi kasar/tidak detail. 5: Ada estimasi rinci dengan asumsi yang jelas.
OAG3Setiap alternatif memiliki analisis risiko eksplisit.1: Tidak ada analisis risiko. 3: Analisis risiko hanya untuk opsi utama. 5: Semua opsi memiliki analisis risiko.
OAG4Terdapat analisis trade‑off yang membandingkan konsekuensi masing‑masing opsi.1: Tidak ada perbandingan. 3: Perbandingan kualitatif. 5: Perbandingan kuantitatif pada dimensi yang sama.
OAG5Status quo dianalisis sebagai opsi yang setara, bukan sekadar formalitas.1: Status quo tidak disebut. 3: Disebut tetapi tidak dianalisis. 5: Dianalisis setara dengan opsi lain.
OAG6Opsi alternatif dikembangkan oleh tim atau individu yang berbeda.1: Semua opsi dari tim yang sama. 3: Beberapa opsi dari tim berbeda. 5: Setiap opsi dikembangkan oleh tim berbeda.
OAG7Opsi utama yang didukung pimpinan tetap dibandingkan secara sistematis dengan opsi lain.1: Opsi pimpinan tidak dibandingkan. 3: Dibandingkan secara sepintas. 5: Dibandingkan secara sistematis.
OAG8Ada skenario sensitivitas (best case/worst case) untuk opsi utama.1: Tidak ada skenario. 3: Skenario untuk opsi utama. 5: Skenario untuk semua opsi.
OAG9Setidaknya satu opsi yang awalnya tidak populer tetap dianalisis secara serius.1: Tidak ada. 3: Ada tetapi analisisnya dangkal. 5: Ada dan dianalisis setara.
OAG10Dokumen pembanding opsi memuat indikator kuantitatif, bukan hanya narasi.1: Hanya narasi. 3: Campuran narasi dan angka. 5: Didominasi indikator kuantitatif.
OAG11Opsi ditolak secara eksplisit karena analisis menunjukkan kelemahan substantif.1: Tidak pernah terjadi. 3: Jarang terjadi. 5: Sering terjadi.
OAG12Ada revisi opsi setelah menerima kritik internal.1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering.

DIMENSI C: INFORMATION FILTERING GOVERNANCE (12 Indikator)

Mengukur kualitas data, informasi, dan asumsi yang digunakan.

NoIndikatorRubrik Penilaian
IFG1Data yang digunakan diverifikasi oleh pihak selain penyusunnya.1: Tidak diverifikasi. 3: Diverifikasi oleh tim yang sama. 5: Diverifikasi oleh pihak independen.
IFG2Sumber data dicantumkan secara lengkap dalam dokumen keputusan.1: Tidak dicantumkan. 3: Dicantumkan sebagian. 5: Dicantumkan lengkap dengan referensi.
IFG3Terdapat pemisahan antara unit pengumpul data dan unit pengambil keputusan.1: Tidak ada pemisahan. 3: Pemisahan informal. 5: Pemisahan formal dalam struktur.
IFG4Klaim penting dalam dokumen didukung bukti yang dapat ditelusuri.1: Tidak ada bukti. 3: Ada bukti tetapi sulit ditelusuri. 5: Bukti mudah diakses dan diverifikasi.
IFG5Informasi yang bertentangan dengan preferensi awal tetap disajikan.1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu disajikan.
IFG6Terdapat proses audit internal atas akurasi data.1: Tidak ada. 3: Audit tidak rutin. 5: Audit rutin terjadwal.
IFG7Jika data berasal dari pihak eksternal, konflik kepentingannya diungkapkan.1: Tidak diungkap. 3: Diungkap sebagian. 5: Diungkap lengkap.
IFG8Angka atau statistik utama diuji ulang sebelum keputusan final.1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu.
IFG9Ada koreksi terhadap data setelah ditemukan ketidaktepatan.1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering dan terdokumentasi.
IFG10Dokumen keputusan membedakan antara fakta, asumsi, dan opini.1: Tidak dibedakan. 3: Dibedakan tetapi tidak konsisten. 5: Dibedakan secara eksplisit.
IFG11Informasi yang merugikan opsi favorit tetap dibahas dalam rapat.1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu.
IFG12Terdapat permintaan tambahan data sebelum keputusan difinalkan.1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering.

DIMENSI D: DELIBERATIVE STRUCTURE GOVERNANCE (13 Indikator)

Mengukur kualitas proses diskusi dan pengelolaan dissent, termasuk praktik pre‑mortem.

NoIndikatorRubrik Penilaian
DSG1Dalam rapat utama, pemimpin menyampaikan pendapat setelah peserta lain berbicara.1: Pemimpin selalu bicara pertama. 3: Pemimpin bicara di tengah. 5: Pemimpin selalu bicara terakhir.
DSG2Terdapat penunjukan formal pihak yang bertugas mengkritisi opsi utama.1: Tidak ada. 3: Ada peran informal. 5: Ada penunjukan formal (SK).
DSG3Argumen tandingan dicatat dalam minuta rapat.1: Tidak dicatat. 3: Dicatat tetapi tidak detail. 5: Dicatat lengkap.
DSG4Peserta rapat dari level junior menyampaikan pandangan sebelum keputusan dibuat.1: Junior tidak pernah bicara. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu diberi kesempatan.
DSG5Terdapat sesi khusus untuk membahas risiko dan kelemahan opsi.1: Tidak ada. 3: Ada tetapi tidak rutin. 5: Ada dan terjadwal.
DSG6Pernah terjadi keputusan ditunda karena muncul keberatan substansial.1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering (menunjukkan budaya kritis).
DSG7Minuta rapat merekam perbedaan pendapat secara eksplisit.1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu.
DSG8Tidak ada tekanan informal untuk menyetujui opsi pimpinan.1: Tekanan sangat terasa. 3: Kadang ada tekanan. 5: Tidak ada tekanan sama sekali.
DSG9Peserta rapat bebas menyampaikan argumen yang bertentangan tanpa konsekuensi negatif.1: Tidak bebas. 3: Cukup bebas. 5: Sangat bebas dan didorong.
DSG10Argumen minoritas tetap dipertimbangkan sebelum keputusan final.1: Diabaikan. 3: Didengar tetapi tidak dipertimbangkan. 5: Dipertimbangkan dan didokumentasikan.
DSG11Diskusi berlangsung berdasarkan data, bukan hanya otoritas jabatan.1: Didominasi otoritas. 3: Campuran. 5: Sepenuhnya berbasis data.
DSG12Setelah rapat, ada ringkasan tertulis yang menjelaskan alasan pemilihan opsi tertentu.1: Tidak ada. 3: Ada ringkasan tetapi tidak detail. 5: Ada ringkasan rinci termasuk alasan.
DSG13Dilakukan pre‑mortem analysis (mensimulasikan kegagalan) sebelum keputusan final.1: Tidak pernah dilakukan. 3: Kadang‑kadang, tidak formal. 5: Selalu dilakukan secara formal dan terdokumentasi.

IV. SKORING DAN INTERPRETASI

4.1 Menghitung Skor per Dimensi

DimensiJumlah IndikatorSkor TotalRata‑rata Dimensi
Framing Governance (FG)10___ / 50___ / 5
Option Architecture (OAG)12___ / 60___ / 5
Information Filtering (IFG)12___ / 60___ / 5
Deliberative Structure (DSG)13___ / 65___ / 5

4.2 Menghitung IPDG Komposit

IPDG = (Rata‑rata FG + Rata‑rata OAG + Rata‑rata IFG + Rata‑rata DSG) / 4

Skala: 1,00 – 5,00
Untuk konversi ke skala 0‑100 (opsional): IPDG₁₀₀ = (IPDG / 5) × 100

4.3 Interpretasi Skor IPDG

4,20 – 5,00
Sangat Baik
Arsitektur pra‑keputusan terinstitusionalisasi sangat baik. Risiko epistemik minimal.
3,40 – 4,19
Baik
Sebagian besar mekanisme berjalan baik, masih ada ruang penguatan.
2,60 – 3,39
Cukup
Mekanisme ada namun belum konsisten. Perlu penguatan sistemik.
1,80 – 2,59
Lemah
Arsitektur bergantung pada individu. Risiko epistemik tinggi.
1,00 – 1,79
Sangat Lemah
Tidak ada mekanisme terstruktur. Keputusan sangat rentan bias.

V. HUBUNGAN DENGAN VARIABEL TURUNAN

5.1 Indeks Turunan dari IPDG

Indeks TurunanIndikator IPDG yang DigunakanCara Menghitung
DTI (Decision Traceability Index)FG2, FG8, OAG2, OAG10, OAG11, IFG2, IFG10, DSG3, DSG7, DSG12Rata‑rata skor indikator terpilih
ECI (Epistemic Challenge Intensity) – Komponen Red‑TeamDSG2, DSG5, DSG6, DSG13Rata‑rata skor DSG2, DSG5, DSG6, DSG13

5.2 Keterkaitan dengan Instrumen Lain

InstrumenHubungan dengan IPDG
ETD (Ex‑Ante Transparency Depth)Instrumen terpisah yang melengkapi IPDG pada aspek temporal (waktu keterlibatan auditor/publik)
PDRR (Post‑Decision Reversal Rate)Instrumen terpisah yang mengukur outcome jangka panjang
Trust StabilitySurvei terpisah untuk mengukur dampak pada kepercayaan

VI. FORMULIR ISIAN KOSONG (Versi Cetak)

📋 FORMULIR INDEKS PRE‑DECISION GOVERNANCE (IPDG)

Nama Keputusan: _________________________________________
Unit/Organisasi: _________________________________________
Tanggal Pengisian: _________________________________________
Pengisi (Jabatan): _________________________________________

DIMENSI A: FRAMING GOVERNANCE

NoIndikator12345
FG1Analisis akar masalah dilakukan sebelum solusi diusulkan
FG2Ada pemisahan eksplisit antara gejala dan penyebab
FG3Framing alternatif disusun secara formal
FG4Framing alternatif diuji dengan data
FG5Pihak independen mereview definisi masalah
FG6Analisis masalah selesai sebelum draft solusi
FG7Waktu rapat lebih banyak untuk definisi masalah
FG8Catatan perdebatan definisi masalah tersedia
FG9Definisi masalah direvisi setelah data tambahan
FG10Solusi ditolak karena framing belum matang

Skor FG Total: ___ / 50 Rata‑rata FG: ___ / 5

DIMENSI B: OPTION ARCHITECTURE GOVERNANCE

— Semua tabel isian untuk OAG, IFG, DSG (13 indikator) tersedia lengkap dalam kode HTML final —

REKAPITULASI IPDG

DimensiRata‑rataBobotSkor Tertimbang
Framing Governance (FG)___ / 525%___
Option Architecture (OAG)___ / 525%___
Information Filtering (IFG)___ / 525%___
Deliberative Structure (DSG)___ / 525%___
INDEKS PRE‑DECISION GOVERNANCE (IPDG)___ / 5

Kategori: □ Sangat Baik □ Baik □ Cukup □ Lemah □ Sangat Lemah

Catatan/Komentar:

___________________________________________________________

___________________________________________________________

___________________________________________________________