LAMPIRAN A: INDEKS PRE‑DECISION GOVERNANCE (IPDG)
Versi 2.1 – dengan Integrasi Indikator Pre‑Mortem (Final, 21 Februari 2026)
I. PENGANTAR
Indeks Pre‑Decision Governance (IPDG) adalah instrumen pengukuran yang dikembangkan untuk mengoperasionalkan keempat pilar Pre‑Decision Governance (PDG) ke dalam indikator‑indikator terukur. IPDG dirancang untuk menilai sejauh mana suatu organisasi atau unit kerja telah menginstitusionalisasikan arsitektur penalaran pra‑keputusan yang berkualitas.
Instrumen ini terdiri dari 47 indikator yang tersebar dalam empat dimensi, sesuai dengan empat pilar universal PDG. Dibandingkan versi sebelumnya, versi 2.1 ini telah dilengkapi dengan satu indikator baru (DSG13) untuk mengukur praktik pre‑mortem analysis sebagai bagian dari upaya mengakomodasi variabel Epistemic Challenge Intensity (ECI).
| Dimensi | Jumlah Indikator | Pilar PDG |
|---|---|---|
| Framing Governance (FG) | 10 indikator | Pilar 1: Framing Governance |
| Option Architecture Governance (OAG) | 12 indikator | Pilar 2: Option Architecture Governance |
| Information Filtering Governance (IFG) | 12 indikator | Pilar 3: Information Filtering Governance |
| Deliberative Structure Governance (DSG) | 13 indikator | Pilar 4: Deliberative Structure Governance |
Setiap indikator diukur menggunakan skala Likert 5 poin dengan rubrik deskriptif untuk menghindari bias penilai dan meningkatkan reliabilitas antar‑penilai.
II. PETUNJUK PENGISIAN
- Instrumen ini diisi berdasarkan satu keputusan strategis terakhir yang Anda libatkan secara langsung dalam 12 bulan terakhir.
- Jawablah dengan jujur berdasarkan apa yang benar‑benar terjadi, bukan berdasarkan apa yang seharusnya terjadi.
- Gunakan rubrik yang disediakan untuk menentukan skor 1–5 pada setiap indikator.
- Jika memungkinkan, siapkan dokumen terkait keputusan tersebut (notulen rapat, memo kebijakan, dokumen perencanaan) untuk membantu akurasi jawaban.
- Instrumen ini bersifat diagnostik, bukan evaluatif untuk kinerja individu. Gunakan untuk perbaikan sistem, bukan untuk penilaian personal.
III. DAFTAR INDIKATOR DENGAN RUBRIK DETAIL
DIMENSI A: FRAMING GOVERNANCE (10 Indikator)
Mengukur sejauh mana masalah didefinisikan secara akurat dan komprehensif.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| FG1 | Sebelum solusi diusulkan, dilakukan analisis tertulis mengenai akar masalah (root cause analysis). | 1: Tidak ada analisis tertulis. 3: Ada analisis tertulis, tetapi hanya berupa daftar penyebab tanpa kedalaman. 5: Ada analisis tertulis yang mendalam (misal: fishbone, 5 whys) dan terdokumentasi. |
| FG2 | Terdapat dokumen yang membedakan secara eksplisit antara "gejala" dan "penyebab utama". | 1: Tidak ada pembedaan. 3: Ada penyebutan gejala dan penyebab, tetapi tidak eksplisit. 5: Dokumen secara eksplisit memisahkan gejala dan akar masalah. |
| FG3 | Setidaknya satu framing alternatif terhadap masalah disusun secara formal. | 1: Tidak ada framing alternatif. 3: Ada framing alternatif tetapi tidak terdokumentasi formal. 5: Ada framing alternatif yang terdokumentasi dan dibahas dalam rapat. |
| FG4 | Framing alternatif tersebut diuji menggunakan data atau bukti empiris. | 1: Tidak diuji. 3: Diuji secara anekdotal atau opini. 5: Diuji dengan data yang relevan dan terdokumentasi. |
| FG5 | Ada unit atau pihak independen yang mereview definisi masalah sebelum solusi disusun. | 1: Tidak ada review independen. 3: Ada review informal oleh pihak lain. 5: Ada review formal oleh unit independen (misal: auditor internal, konsultan). |
| FG6 | Analisis masalah diselesaikan sebelum draft solusi pertama disebarkan. | 1: Draft solusi disusun sebelum analisis masalah selesai. 3: Analisis dan solusi berjalan paralel. 5: Analisis masalah tuntas sebelum solusi dirancang. |
| FG7 | Dalam rapat awal, lebih banyak waktu digunakan untuk mendefinisikan masalah dibanding membahas solusi. | 1: Rapat langsung membahas solusi. 3: Seimbang antara masalah dan solusi. 5: Mayoritas waktu digunakan untuk memahami masalah. |
| FG8 | Terdapat catatan tertulis yang menunjukkan adanya perdebatan tentang definisi masalah. | 1: Tidak ada catatan perdebatan. 3: Ada catatan tetapi tidak detail. 5: Ada notulen yang mencatat argumen pro‑kontra definisi masalah. |
| FG9 | Definisi masalah direvisi setelah evaluasi data tambahan. | 1: Definisi tidak pernah berubah meskipun ada data baru. 3: Revisi terjadi tetapi tidak terdokumentasi. 5: Revisi terdokumentasi dan jelas alasannya. |
| FG10 | Pernah terjadi situasi di mana solusi ditolak karena framing masalah dinilai belum matang. | 1: Tidak pernah terjadi. 3: Jarang terjadi (kurang dari 20% kasus). 5: Sering terjadi (lebih dari 50% kasus) – menunjukkan budaya kritis. |
DIMENSI B: OPTION ARCHITECTURE GOVERNANCE (12 Indikator)
Mengukur sejauh mana berbagai alternatif dieksplorasi secara memadai.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| OAG1 | Disajikan minimal tiga alternatif kebijakan/keputusan yang substantif berbeda. | 1: Hanya satu opsi. 3: Dua opsi. 5: Tiga opsi atau lebih, dan semuanya substantif berbeda. |
| OAG2 | Setiap alternatif memiliki estimasi biaya yang terdokumentasi. | 1: Tidak ada estimasi biaya. 3: Ada estimasi tetapi kasar/tidak detail. 5: Ada estimasi rinci dengan asumsi yang jelas. |
| OAG3 | Setiap alternatif memiliki analisis risiko eksplisit. | 1: Tidak ada analisis risiko. 3: Analisis risiko hanya untuk opsi utama. 5: Semua opsi memiliki analisis risiko. |
| OAG4 | Terdapat analisis trade‑off yang membandingkan konsekuensi masing‑masing opsi. | 1: Tidak ada perbandingan. 3: Perbandingan kualitatif. 5: Perbandingan kuantitatif pada dimensi yang sama. |
| OAG5 | Status quo dianalisis sebagai opsi yang setara, bukan sekadar formalitas. | 1: Status quo tidak disebut. 3: Disebut tetapi tidak dianalisis. 5: Dianalisis setara dengan opsi lain. |
| OAG6 | Opsi alternatif dikembangkan oleh tim atau individu yang berbeda. | 1: Semua opsi dari tim yang sama. 3: Beberapa opsi dari tim berbeda. 5: Setiap opsi dikembangkan oleh tim berbeda. |
| OAG7 | Opsi utama yang didukung pimpinan tetap dibandingkan secara sistematis dengan opsi lain. | 1: Opsi pimpinan tidak dibandingkan. 3: Dibandingkan secara sepintas. 5: Dibandingkan secara sistematis. |
| OAG8 | Ada skenario sensitivitas (best case/worst case) untuk opsi utama. | 1: Tidak ada skenario. 3: Skenario untuk opsi utama. 5: Skenario untuk semua opsi. |
| OAG9 | Setidaknya satu opsi yang awalnya tidak populer tetap dianalisis secara serius. | 1: Tidak ada. 3: Ada tetapi analisisnya dangkal. 5: Ada dan dianalisis setara. |
| OAG10 | Dokumen pembanding opsi memuat indikator kuantitatif, bukan hanya narasi. | 1: Hanya narasi. 3: Campuran narasi dan angka. 5: Didominasi indikator kuantitatif. |
| OAG11 | Opsi ditolak secara eksplisit karena analisis menunjukkan kelemahan substantif. | 1: Tidak pernah terjadi. 3: Jarang terjadi. 5: Sering terjadi. |
| OAG12 | Ada revisi opsi setelah menerima kritik internal. | 1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering. |
DIMENSI C: INFORMATION FILTERING GOVERNANCE (12 Indikator)
Mengukur kualitas data, informasi, dan asumsi yang digunakan.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| IFG1 | Data yang digunakan diverifikasi oleh pihak selain penyusunnya. | 1: Tidak diverifikasi. 3: Diverifikasi oleh tim yang sama. 5: Diverifikasi oleh pihak independen. |
| IFG2 | Sumber data dicantumkan secara lengkap dalam dokumen keputusan. | 1: Tidak dicantumkan. 3: Dicantumkan sebagian. 5: Dicantumkan lengkap dengan referensi. |
| IFG3 | Terdapat pemisahan antara unit pengumpul data dan unit pengambil keputusan. | 1: Tidak ada pemisahan. 3: Pemisahan informal. 5: Pemisahan formal dalam struktur. |
| IFG4 | Klaim penting dalam dokumen didukung bukti yang dapat ditelusuri. | 1: Tidak ada bukti. 3: Ada bukti tetapi sulit ditelusuri. 5: Bukti mudah diakses dan diverifikasi. |
| IFG5 | Informasi yang bertentangan dengan preferensi awal tetap disajikan. | 1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu disajikan. |
| IFG6 | Terdapat proses audit internal atas akurasi data. | 1: Tidak ada. 3: Audit tidak rutin. 5: Audit rutin terjadwal. |
| IFG7 | Jika data berasal dari pihak eksternal, konflik kepentingannya diungkapkan. | 1: Tidak diungkap. 3: Diungkap sebagian. 5: Diungkap lengkap. |
| IFG8 | Angka atau statistik utama diuji ulang sebelum keputusan final. | 1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu. |
| IFG9 | Ada koreksi terhadap data setelah ditemukan ketidaktepatan. | 1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering dan terdokumentasi. |
| IFG10 | Dokumen keputusan membedakan antara fakta, asumsi, dan opini. | 1: Tidak dibedakan. 3: Dibedakan tetapi tidak konsisten. 5: Dibedakan secara eksplisit. |
| IFG11 | Informasi yang merugikan opsi favorit tetap dibahas dalam rapat. | 1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu. |
| IFG12 | Terdapat permintaan tambahan data sebelum keputusan difinalkan. | 1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering. |
DIMENSI D: DELIBERATIVE STRUCTURE GOVERNANCE (13 Indikator)
Mengukur kualitas proses diskusi dan pengelolaan dissent, termasuk praktik pre‑mortem.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| DSG1 | Dalam rapat utama, pemimpin menyampaikan pendapat setelah peserta lain berbicara. | 1: Pemimpin selalu bicara pertama. 3: Pemimpin bicara di tengah. 5: Pemimpin selalu bicara terakhir. |
| DSG2 | Terdapat penunjukan formal pihak yang bertugas mengkritisi opsi utama. | 1: Tidak ada. 3: Ada peran informal. 5: Ada penunjukan formal (SK). |
| DSG3 | Argumen tandingan dicatat dalam minuta rapat. | 1: Tidak dicatat. 3: Dicatat tetapi tidak detail. 5: Dicatat lengkap. |
| DSG4 | Peserta rapat dari level junior menyampaikan pandangan sebelum keputusan dibuat. | 1: Junior tidak pernah bicara. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu diberi kesempatan. |
| DSG5 | Terdapat sesi khusus untuk membahas risiko dan kelemahan opsi. | 1: Tidak ada. 3: Ada tetapi tidak rutin. 5: Ada dan terjadwal. |
| DSG6 | Pernah terjadi keputusan ditunda karena muncul keberatan substansial. | 1: Tidak pernah. 3: Jarang. 5: Sering (menunjukkan budaya kritis). |
| DSG7 | Minuta rapat merekam perbedaan pendapat secara eksplisit. | 1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang. 5: Selalu. |
| DSG8 | Tidak ada tekanan informal untuk menyetujui opsi pimpinan. | 1: Tekanan sangat terasa. 3: Kadang ada tekanan. 5: Tidak ada tekanan sama sekali. |
| DSG9 | Peserta rapat bebas menyampaikan argumen yang bertentangan tanpa konsekuensi negatif. | 1: Tidak bebas. 3: Cukup bebas. 5: Sangat bebas dan didorong. |
| DSG10 | Argumen minoritas tetap dipertimbangkan sebelum keputusan final. | 1: Diabaikan. 3: Didengar tetapi tidak dipertimbangkan. 5: Dipertimbangkan dan didokumentasikan. |
| DSG11 | Diskusi berlangsung berdasarkan data, bukan hanya otoritas jabatan. | 1: Didominasi otoritas. 3: Campuran. 5: Sepenuhnya berbasis data. |
| DSG12 | Setelah rapat, ada ringkasan tertulis yang menjelaskan alasan pemilihan opsi tertentu. | 1: Tidak ada. 3: Ada ringkasan tetapi tidak detail. 5: Ada ringkasan rinci termasuk alasan. |
| DSG13 | Dilakukan pre‑mortem analysis (mensimulasikan kegagalan) sebelum keputusan final. | 1: Tidak pernah dilakukan. 3: Kadang‑kadang, tidak formal. 5: Selalu dilakukan secara formal dan terdokumentasi. |
IV. SKORING DAN INTERPRETASI
4.1 Menghitung Skor per Dimensi
| Dimensi | Jumlah Indikator | Skor Total | Rata‑rata Dimensi |
|---|---|---|---|
| Framing Governance (FG) | 10 | ___ / 50 | ___ / 5 |
| Option Architecture (OAG) | 12 | ___ / 60 | ___ / 5 |
| Information Filtering (IFG) | 12 | ___ / 60 | ___ / 5 |
| Deliberative Structure (DSG) | 13 | ___ / 65 | ___ / 5 |
4.2 Menghitung IPDG Komposit
IPDG = (Rata‑rata FG + Rata‑rata OAG + Rata‑rata IFG + Rata‑rata DSG) / 4
Skala: 1,00 – 5,00
Untuk konversi ke skala 0‑100 (opsional): IPDG₁₀₀ = (IPDG / 5) × 100
4.3 Interpretasi Skor IPDG
V. HUBUNGAN DENGAN VARIABEL TURUNAN
5.1 Indeks Turunan dari IPDG
| Indeks Turunan | Indikator IPDG yang Digunakan | Cara Menghitung |
|---|---|---|
| DTI (Decision Traceability Index) | FG2, FG8, OAG2, OAG10, OAG11, IFG2, IFG10, DSG3, DSG7, DSG12 | Rata‑rata skor indikator terpilih |
| ECI (Epistemic Challenge Intensity) – Komponen Red‑Team | DSG2, DSG5, DSG6, DSG13 | Rata‑rata skor DSG2, DSG5, DSG6, DSG13 |
5.2 Keterkaitan dengan Instrumen Lain
| Instrumen | Hubungan dengan IPDG |
|---|---|
| ETD (Ex‑Ante Transparency Depth) | Instrumen terpisah yang melengkapi IPDG pada aspek temporal (waktu keterlibatan auditor/publik) |
| PDRR (Post‑Decision Reversal Rate) | Instrumen terpisah yang mengukur outcome jangka panjang |
| Trust Stability | Survei terpisah untuk mengukur dampak pada kepercayaan |
VI. FORMULIR ISIAN KOSONG (Versi Cetak)
📋 FORMULIR INDEKS PRE‑DECISION GOVERNANCE (IPDG)
| Nama Keputusan: _________________________________________ |
| Unit/Organisasi: _________________________________________ |
| Tanggal Pengisian: _________________________________________ |
| Pengisi (Jabatan): _________________________________________ |
DIMENSI A: FRAMING GOVERNANCE
| No | Indikator | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| FG1 | Analisis akar masalah dilakukan sebelum solusi diusulkan | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG2 | Ada pemisahan eksplisit antara gejala dan penyebab | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG3 | Framing alternatif disusun secara formal | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG4 | Framing alternatif diuji dengan data | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG5 | Pihak independen mereview definisi masalah | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG6 | Analisis masalah selesai sebelum draft solusi | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG7 | Waktu rapat lebih banyak untuk definisi masalah | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG8 | Catatan perdebatan definisi masalah tersedia | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG9 | Definisi masalah direvisi setelah data tambahan | □ | □ | □ | □ | □ |
| FG10 | Solusi ditolak karena framing belum matang | □ | □ | □ | □ | □ |
Skor FG Total: ___ / 50 Rata‑rata FG: ___ / 5
DIMENSI B: OPTION ARCHITECTURE GOVERNANCE
— Semua tabel isian untuk OAG, IFG, DSG (13 indikator) tersedia lengkap dalam kode HTML final —
REKAPITULASI IPDG
| Dimensi | Rata‑rata | Bobot | Skor Tertimbang |
|---|---|---|---|
| Framing Governance (FG) | ___ / 5 | 25% | ___ |
| Option Architecture (OAG) | ___ / 5 | 25% | ___ |
| Information Filtering (IFG) | ___ / 5 | 25% | ___ |
| Deliberative Structure (DSG) | ___ / 5 | 25% | ___ |
| INDEKS PRE‑DECISION GOVERNANCE (IPDG) | ___ / 5 | ||
Kategori: □ Sangat Baik □ Baik □ Cukup □ Lemah □ Sangat Lemah
Catatan/Komentar:
___________________________________________________________
___________________________________________________________
___________________________________________________________