LAMPIRAN G: GRAND PILOT KEMENTERIAN
Versi: 1.0 – Final untuk Publikasi | Tanggal: 21 Februari 2026
I. PENGANTAR
Grand Pilot Kementerian adalah desain uji coba skala besar untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance (PDG) dalam lingkungan pemerintahan yang kompleks. Berbeda dengan Pilot 90 Hari yang dirancang untuk organisasi kecil‑menengah, Grand Pilot ini ditujukan untuk kementerian/lembaga (K/L) dengan struktur birokrasi yang lebih kompleks, keputusan berdampak luas, dan kebutuhan akuntabilitas publik yang tinggi. Desain ini mengintegrasikan seluruh instrumen PDG—IPDG 47, DQI, ETD, dan PDRR—untuk menghasilkan bukti empiris yang kuat.
1.1 Rasional
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Skala Dampak | Keputusan kementerian mempengaruhi jutaan masyarakat dan triliunan rupiah APBN |
| Kompleksitas | Birokrasi multi‑level, lintas unit, dan tekanan politik |
| Kebutuhan Bukti | Untuk advokasi kebijakan nasional, diperlukan bukti kausal yang kuat |
| Replikabilitas | Keberhasilan di level kementerian dapat direplikasi ke K/L lain |
1.2 Tujuan Strategis
- Mengukur dampak kausal PDG terhadap kualitas kebijakan di lingkungan kementerian.
- Mengidentifikasi kondisi kontekstual yang mempengaruhi efektivitas PDG (faktor kepemimpinan, kapasitas, budaya birokrasi).
- Menghasilkan bukti empiris yang cukup untuk advokasi kebijakan nasional (replikasi ke seluruh K/L).
- Menguji instrumen IPDG 47, DQI, ETD, dan PDRR dalam skala besar dan lintas unit.
- Membangun kapasitas internal kementerian dalam menerapkan PDG secara berkelanjutan.
- Menguji hipotesis ABUWT dalam konteks pemerintahan.
II. DESAIN PENELITIAN
2.1 Model: Clustered Quasi‑Experimental Design
| Aspek | Spesifikasi |
|---|---|
| Desain | Non‑equivalent groups, pretest‑posttest with control |
| Unit Analisis | Direktorat (bukan individu) – tidak mungkin randomisasi penuh karena pertimbangan politis dan operasional |
| Kelompok | Treatment (2–3 direktorat) vs Control (2–3 direktorat) |
| Durasi | 18 bulan (6 bulan baseline + 12 bulan intervensi) |
2.2 Struktur Kelompok
| Kelompok | Jumlah | Perlakuan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Treatment A | 1‑2 direktorat | PDG penuh (semua pilar + SCP formal + ETD terukur) | Direktorat dengan kapasitas tinggi, kesiapan baik |
| Treatment B | 1‑2 direktorat | PDG terbatas (pilar terpilih, tanpa SCP formal, ETD minimal) | Direktorat dengan kapasitas sedang |
| Control | 2‑3 direktorat | Proses perencanaan biasa (tanpa intervensi PDG) | Tidak ada intervensi |
Catatan: Variasi treatment memungkinkan analisis dosis‑respons (dose‑response analysis) dan identifikasi komponen PDG mana yang paling efektif.
2.3 Kriteria Seleksi Direktorat
| Kriteria | Prioritas | Penjelasan |
|---|---|---|
| Jenis keputusan | Tinggi | Menangani kebijakan strategis, bukan hanya layanan rutin |
| Volume keputusan | Sedang | Minimal 8–10 keputusan signifikan per tahun |
| Kesediaan pimpinan | Tinggi | Direktur menyetujui dan berkomitmen |
| Kapasitas SDM | Sedang | Memiliki staf perencana yang memadai (minimal 3 orang) |
| Keterwakilan | Sedang | Mewakili variasi fungsi (teknis, perencanaan, pengawasan, anggaran) |
III. TAHAP IMPLEMENTASI
3.1 Tahap 1: Persiapan dan Baseline (6 bulan)
| Bulan | Aktivitas | Output |
|---|---|---|
| 1‑2 | • Advokasi dan sosialisasi ke pimpinan eselon I • Seleksi direktorat treatment dan control • Penandatanganan komitmen (MoU) | MoU, SK Tim Pilot, komitmen tertulis |
| 3 | • Pelatihan dasar PDG untuk tim treatment • Penyusunan instrumen baseline (IPDG 47, DQI, ETD) • Identifikasi keputusan yang akan diukur | Tim terlatih, instrumen siap, daftar keputusan |
| 4‑6 | • Pengukuran baseline IPDG untuk semua direktorat • Pengukuran DQI untuk keputusan 12 bulan terakhir (retrospektif) • Pengukuran ETD baseline • Wawancara awal (opsional) | Data baseline lengkap |
3.2 Tahap 2: Intervensi (12 bulan)
| Bulan | Aktivitas Treatment | Aktivitas Control |
|---|---|---|
| 7‑9 | • Implementasi PDG penuh (semua pilar) • SCP untuk setiap keputusan strategis • Pendampingan intensif oleh fasilitator • Pengukuran ETD setiap keputusan | • Proses perencanaan biasa • Tidak ada intervensi • Tetap mencatat keputusan |
| 10‑12 | • Implementasi berkelanjutan • Monitoring dan evaluasi berkala • Penyesuaian berdasarkan umpan balik • Pengukuran DQI interim | • Proses perencanaan biasa • Tetap mencatat keputusan |
| 13‑15 | • Implementasi lanjutan • Pengukuran DQI untuk setiap keputusan • Dokumentasi proses dan dissent | • Proses perencanaan biasa • Tetap mencatat keputusan |
| 16‑18 | • Implementasi final • Pengukuran DQI akhir • Dokumentasi lengkap | • Proses perencanaan biasa • Pengukuran DQI akhir |
3.3 Tahap 3: Evaluasi dan Diseminasi (6 bulan)
| Bulan | Aktivitas | Output |
|---|---|---|
| 19‑20 | • Pengukuran post‑test IPDG untuk semua direktorat • Pengumpulan data DQI periode intervensi • Pengumpulan data ETD seluruh periode • Wawancara mendalam dengan tim treatment | Data post‑test lengkap |
| 21‑22 | • Analisis data kuantitatif (DiD, regresi, SEM) • Analisis kualitatif (studi kasus, wawancara) • Perhitungan PDRR awal | Draft laporan, temuan awal |
| 23‑24 | • Penyusunan laporan akhir • Presentasi ke pimpinan kementerian • Seminar diseminasi • Publikasi working paper | Laporan final, policy brief, draft artikel jurnal |
IV. INTERVENSI PDG
4.1 Paket Intervensi Treatment A (PDG Penuh)
| Komponen | Deskripsi | Frekuensi | Instrumen |
|---|---|---|---|
| Framing Governance | • Template analisis akar masalah wajib • Sesi counter‑framing setiap proposal besar • Validasi framing oleh unit independen | Per proposal | Template analisis masalah, CFT |
| Option Architecture | • Kewajiban minimal 3 opsi substantif • Template analisis trade‑off • Analisis skenario (optimis, moderat, pesimis) | Per proposal | Template multi‑opsi, MOMT |
| Information Filtering | • Verifikasi data oleh unit berbeda • Checklist audit data • Deklarasi konflik kepentingan • Pengujian asumsi formal | Per proposal | Checklist audit, ATT |
| Deliberative Structure | • SCP (Structured Challenge Protocol) untuk semua keputusan strategis • Tim Penantang tetap (3 orang, rotasi per semester) • Aturan "last word by leader" • Dokumentasi dissent wajib | Setiap rapat | SOP SCP, formulir SCP, SDT |
| Pre‑Mortem | • Pre‑mortem analysis untuk keputusan bernilai > Rp 50 M | Opsional | DSG13, panduan pre‑mortem |
| Dokumentasi | • Formulir IPDG untuk setiap keputusan • Log dissent • DQI pasca‑keputusan (1 dan 6 bulan setelah) | Per keputusan | IPDG 47, DQI, ETD |
| ETD | • Pengukuran rutin waktu keterlibatan auditor/publik • Dokumentasi pengungkapan risiko • Komunikasi dissent | Per keputusan | Formulir ETD |
4.2 Paket Intervensi Treatment B (PDG Terbatas)
| Komponen | Deskripsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Framing Governance | Template analisis masalah sederhana, tanpa counter‑framing formal | Disederhanakan |
| Option Architecture | Kewajiban minimal 2 opsi, tanpa analisis trade‑off mendalam | Dibatasi |
| Information Filtering | Checklist verifikasi data sederhana, tanpa pemisahan unit | Disederhanakan |
| Deliberative Structure | Tanpa SCP formal, hanya mendorong dissent informal, tanpa dokumentasi wajib | Tidak ada |
| ETD | Diukur tetapi tidak menjadi target perbaikan | Pasif |
4.3 Peran dan Tanggung Jawab
| Peran | Tanggung Jawab | Penunjukan |
|---|---|---|
| Koordinator Pilot | Mengawal seluruh proses, koordinasi dengan pimpinan | Pejabat eselon II yang ditunjuk |
| Fasilitator PDG | Pendampingan teknis, pelatihan, monitoring | Tim Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust / akademisi mitra |
| Tim Penantang | Melaksanakan SCP, memberikan masukan kritis | Pejabat eselon III/IV lintas unit, rotasi |
| Tim Pengukuran | Mengumpulkan data IPDG, DQI, ETD, PDRR | Staf perencanaan yang dilatih |
| Evaluator Independen | Melakukan pengukuran baseline dan post‑test, analisis data | Pihak ketiga (universitas/lembaga riset) |
| Komite Pengarah | Pengawasan strategis, advokasi kebijakan | Pejabat eselon I + perwakilan Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust |
V. VARIABEL DAN INSTRUMEN PENGUKURAN
5.1 Variabel Utama
| Variabel | Definisi | Instrumen | Skala | Frekuensi |
|---|---|---|---|---|
| Kualitas Proses Pra‑Keputusan | Sejauh mana direktorat menerapkan keempat pilar PDG | IPDG 47 (dengan DSG13 pre‑mortem) | 1‑5 per indikator, komposit 0‑100 | Baseline, post‑test |
| Kualitas Keputusan | Ketahanan, akurasi, dan dampak keputusan pasca‑implementasi | DQI (5 dimensi, 25 indikator) | 0‑100 | 1 dan 6 bulan setelah keputusan |
| Transparansi Temporal | Kedalaman transparansi sebelum keputusan final | ETD (3 dimensi) | 0‑8 (0‑100) | Per keputusan |
| Tingkat Reversal | Persentase keputusan dibatalkan karena cacat analisis | PDRR | % | Tahunan |
5.2 Variabel Kontrol
| Variabel | Rasional | Sumber Data |
|---|---|---|
| Kapasitas SDM | Jumlah staf, tingkat pendidikan, pengalaman | Data kepegawaian |
| Anggaran | Besaran anggaran direktorat | Data DIPA |
| Kompleksitas Tugas | Jumlah program, cakupan wilayah | Dokumen Renstra |
| Dukungan Pimpinan | Skor komitmen direktur (dinilai fasilitator) | Observasi, wawancara |
| Budaya Organisasi | Skor budaya (survei singkat) | Survei awal |
5.3 Timeline Pengukuran
| Variabel | Baseline (Bulan 4‑6) | Intervensi (Bulan 7‑18) | Post‑test (Bulan 19‑20) |
|---|---|---|---|
| IPDG 47 | ✅ (semua direktorat) | – | ✅ (semua direktorat) |
| DQI | ✅ (retrospektif 12 bulan) | ✅ (setiap keputusan) | ✅ (keputusan periode intervensi) |
| ETD | ✅ (retrospektif) | ✅ (setiap keputusan) | ✅ (rekapitulasi) |
| PDRR | – | – | ✅ (dihitung setelah 2 tahun) |
| Variabel kontrol | ✅ | – | ✅ (cek perubahan) |
VI. ANALISIS DATA
6.1 Model Ekonometrik Utama: Difference‑in‑Differences (DiD)
Spesifikasi Model:
di mana:
- Yit : Skor DQI direktorat i pada waktu t
- Treatmenti : Dummy untuk kelompok treatment (1 = treatment, 0 = control)
- Postt : Dummy untuk periode setelah intervensi (1 = post, 0 = pre)
- Treatmenti × Postt : Interaksi, koefisien β₃ adalah estimasi dampak treatment
- Xit : Vektor variabel kontrol
- εit : Error term
6.2 Model Tambahan: Multilevel Modeling
Untuk mengakomodasi struktur hierarkis (keputusan bersarang dalam direktorat):
β0j = γ00 + γ01 Zj + u0j
di mana Yij adalah skor DQI keputusan i di direktorat j, dan Zj adalah karakteristik direktorat.
6.3 Analisis Mediasi
Untuk menguji apakah efek PDG terhadap DQI dimediasi oleh peningkatan ETD:
ETD = γ₀ + γ₁ IPDG + μ
DQI = δ₀ + δ₁ IPDG + δ₂ ETD + ν
6.4 Uji Robustness
| Uji | Tujuan | Metode |
|---|---|---|
| Placebo test | Menguji apakah efek muncul pada periode sebelum intervensi | DiD dengan periode palsu (fiktif) |
| Sensitivity analysis | Menguji sensitivitas terhadap pemilihan sampel | Rosenbaum bounds |
| Matching | Mengurangi bias seleksi | Propensity score matching |
| Fixed effects | Mengontrol karakteristik direktorat yang tidak berubah | Fixed effects model |
6.5 Analisis Kualitatif
| Metode | Tujuan | Sumber Data |
|---|---|---|
| Studi kasus | Memahami mekanisme kausal secara mendalam | Wawancara, observasi, dokumen |
| Analisis dissent | Menilai kualitas deliberasi | Formulir dissent, notulen rapat |
| Analisis hambatan | Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi implementasi | Wawancara, FGD |
| Analisis PDRR | Memahami penyebab reversal | Dokumen evaluasi, wawancara |
VII. ESTIMASI SAMPEL DAN POWER ANALYSIS
7.1 Jumlah Direktorat
| Kelompok | Jumlah | Keputusan per Direktorat per Tahun | Total Observasi (18 bulan) |
|---|---|---|---|
| Treatment A | 2 | 8‑10 | 32‑40 |
| Treatment B | 2 | 8‑10 | 32‑40 |
| Control | 4 | 8‑10 | 64‑80 |
| Total | 8 | 128‑160 |
7.2 Power Analysis
| Parameter | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Effect size (Cohen's d) | 0,5 | Sedang (berdasarkan studi eksperimental sebelumnya) |
| Alpha | 0,05 | Tingkat signifikansi |
| Power | 0,80 | Probabilitas mendeteksi efek jika ada |
| Jumlah cluster | 8 | Direktorat |
| Observasi per cluster | 16‑20 | Keputusan |
| ICC | 0,10 | Intra‑cluster correlation coefficient |
| Minimum detectable effect | 0,6 | Dalam satuan standar deviasi |
Dengan konfigurasi ini, desain memiliki power yang memadai untuk mendeteksi efek sedang‑besar.
VIII. RISIKO DAN MITIGASI
| Risiko | Probabilitas | Dampak | Mitigasi |
|---|---|---|---|
| Resistensi pimpinan | Tinggi | Tinggi | • Advokasi intensif sejak awal • Framing sebagai "peningkatan kinerja", bukan "pengawasan" • Libatkan pimpinan dalam komite pengarah • Tunjukkan manfaat jangka pendek |
| Rotasi pejabat | Sedang | Tinggi | • Dokumentasi proses yang baik • Onboarding cepat untuk pejabat baru • Libatkan eselon II sebagai anchor • Buat manual dan video panduan |
| Beban kerja berlebih | Sedang | Sedang | • Sederhanakan protokol • Beri insentif non‑finansial (apresiasi, pengakuan) • Integrasikan dengan sistem yang ada |
| Formalisme | Sedang | Tinggi | • Audit kualitas proses • Ukur IPDG dan DQI • Fokus pada substansi, bukan kelengkapan • Gunakan wawancara sebagai validasi |
| Data tidak lengkap | Rendah | Sedang | • Monitoring ketat • Follow‑up rutin • Cadangan data dari sumber lain • Gunakan multiple imputation jika perlu |
| Tekanan politik | Sedang | Tinggi | • Jaga independensi evaluator • Anonimisasi data jika perlu • Fokus pada pembelajaran, bukan siapa yang salah • Libatkan akademisi sebagai penyeimbang |
| Kelebihan ETD | Rendah | Rendah | • Sederhanakan pengukuran • Latih pengisi formulir |
| PDRR sulit dihitung | Sedang | Sedang | • Kumpulkan data dari awal • Definisikan "cacat analisis" dengan jelas |
IX. OUTPUT DAN LUARAN
9.1 Output Langsung
| No | Output | Target Waktu | Penerima |
|---|---|---|---|
| 1 | Dataset IPDG 47 (minimal 120 observasi) | Bulan 20 | Tim riset, akademisi |
| 2 | Dataset DQI (minimal 120 observasi) | Bulan 20 | Tim riset, akademisi |
| 3 | Dataset ETD (minimal 120 observasi) | Bulan 20 | Tim riset, akademisi |
| 4 | Perhitungan PDRR per direktorat | Bulan 22 | Manajemen risiko |
| 5 | Laporan hasil pilot (70‑100 halaman) | Bulan 22 | Kementerian, Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust |
| 6 | Policy brief (2‑3 halaman) | Bulan 23 | Pimpinan kementerian, KemenPANRB, Bappenas |
| 7 | Draft artikel jurnal (Q1) | Bulan 24 | Jurnal akademik |
| 8 | Rekomendasi kebijakan nasional | Bulan 24 | Kementerian, Presiden |
9.2 Luaran Strategis
| Luaran | Manfaat |
|---|---|
| Publikasi Q1 | Bukti kausal yang diakui komunitas global |
| Adopsi kebijakan | Replikasi ke seluruh unit/kementerian lain |
| Kapasitas internal | SDM kementerian terlatih PDG |
| Jaringan riset | Kolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset |
| Validasi instrumen | IPDG 47, DQI, ETD, PDRR teruji di lapangan |
X. ETIKA DAN IZIN
10.1 Prinsip Etik
| Prinsip | Implementasi |
|---|---|
| Informed consent | Semua peserta mendapat penjelasan dan menyetujui partisipasi |
| Kerahasiaan | Data individu dianonimkan, hanya data agregat yang dipublikasi |
| No harm | Intervensi dirancang tidak merugikan peserta |
| Transparansi | Hasil pilot dibuka untuk peserta dan publik |
| Manfaat | Hasil penelitian digunakan untuk perbaikan sistem |
10.2 Izin yang Diperlukan
| Izin | Institusi | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Izin Menteri/Sekjen | Kementerian terkait | H‑60 | Izin pelaksanaan pilot di lingkungan kementerian |
| Izin penggunaan data | Unit data kementerian | H‑45 | Akses ke data perencanaan dan evaluasi |
| Izin etik | Komisi etik universitas mitra | H‑45 | Jika melibatkan data sensitif |
| Kesepakatan direktorat | Direktorat terpilih | H‑30 | Komitmen partisipasi |
XI. TIM PELAKSANA
| Peran | Kualifikasi | Jumlah | Asal |
|---|---|---|---|
| Principal Investigator | PhD di bidang governance/public policy/economics | 1 | Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust / universitas mitra |
| Co‑Investigator | PhD/akademisi senior | 2‑3 | Universitas mitra |
| Fasilitator PDG | Terlatih dalam PDG, SCP, dan instrumen terkait | 3‑4 | Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust |
| Enumerator/Asisten Riset | Mahasiswa S2/S3 | 4‑6 | Universitas mitra |
| Data Analyst | Menguasai Stata/R, DiD, multilevel, SEM | 2 | Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust / universitas |
| Administrator | Mengelola logistik dan dokumen | 2 | Kementerian / Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust |
XII. ANGGARAN INDIKATIF
| Pos | Rincian | Estimasi (Rp) |
|---|---|---|
| Honor tim | PI, Co‑I, fasilitator, enumerator, analis (24 bulan) | 800.000.000 |
| Pelatihan | Modul, konsumsi, fasilitator, venue | 100.000.000 |
| Perjalanan dinas | Koordinasi, monitoring, FGD, seminar | 150.000.000 |
| Pengolahan data | Software, lisensi, publikasi, open access | 75.000.000 |
| Laporan dan diseminasi | Cetak, seminar, publikasi, policy brief | 75.000.000 |
| Kontingensi | 10% | 120.000.000 |
| Total | 1.320.000.000 |
Catatan: Anggaran dapat bervariasi tergantung skala, dukungan in‑kind dari kementerian, dan skema pendanaan. Sumber pendanaan potensial: hibah riset (Kemendikbudristek, LPDP), kerjasama dengan lembaga internasional, atau anggaran reformasi birokrasi kementerian.
XIII. JADWAL KESELURUHAN
| Bulan | Aktivitas | PIC |
|---|---|---|
| 1‑6 | Advokasi, seleksi, baseline | Tim inti + kementerian |
| 7‑18 | Intervensi | Fasilitator + tim treatment |
| 19‑24 | Evaluasi, analisis, laporan | Tim inti |
| 25‑27 | Diseminasi, publikasi | Tim inti + kementerian |
XIV. KESIMPULAN
Grand Pilot Kementerian dengan desain quasi‑eksperimental ini menawarkan pendekatan yang realistis namun robust untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance di lingkungan pemerintahan. Dengan menggabungkan metode kuantitatif (DiD, multilevel modeling, SEM) dan kualitatif (studi kasus, wawancara), desain ini mampu menghasilkan bukti kausal yang kuat sekaligus pemahaman mendalam tentang mekanisme dan hambatan implementasi.
Kekuatan Desain:
| Aspek | Keunggulan |
|---|---|
| Validitas internal tinggi | DiD mengurangi bias seleksi, kontrol variabel, uji robustness |
| Validitas eksternal baik | Replikabel di K/L lain, konteks pemerintahan nyata |
| Kombinasi kuantitatif‑kualitatif | Menjawab "apa" dan "mengapa" |
| Antisipasi risiko | Mitigasi untuk resistensi, rotasi, formalisme |
| Output strategis | Publikasi Q1 dan advokasi kebijakan |
| Instrumen teruji | IPDG 47, DQI, ETD, PDRR terintegrasi |
Keterbatasan yang Diakui:
- ❌ Randomisasi tidak sempurna – Quasi‑eksperimen, bukan RCT
- ❌ Jumlah cluster terbatas – 8 direktorat
- ❌ Ketergantungan pada komitmen pimpinan – Risiko utama
- ❌ Waktu panjang – 27 bulan total
Dengan mitigasi yang tepat, Grand Pilot ini dapat menjadi tonggak penting dalam perjalanan PDG dari teori ke praktik, dan dari bukti lokal ke advokasi nasional. Keberhasilan pilot ini akan membuka jalan bagi adopsi PDG secara luas di seluruh kementerian/lembaga, serta menjadi model bagi negara‑negara lain yang ingin mereformasi tata kelola pra‑keputusan mereka.