Halaman

Senin, 23 Februari 2026

Grand Pilot Kementerian/Lembaga

LAMPIRAN G: GRAND PILOT KEMENTERIAN – DESAIN QUASI‑EKSPERIMENTAL

LAMPIRAN G: GRAND PILOT KEMENTERIAN

Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust
Cross‑Sector Pre‑Decision Governance Translator
DESAIN QUASI‑EKSPERIMENTAL – Uji Coba Skala Besar Pre‑Decision Governance (PDG) di Lingkungan Pemerintahan

Versi: 1.0 – Final untuk Publikasi | Tanggal: 21 Februari 2026

I. PENGANTAR

Grand Pilot Kementerian adalah desain uji coba skala besar untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance (PDG) dalam lingkungan pemerintahan yang kompleks. Berbeda dengan Pilot 90 Hari yang dirancang untuk organisasi kecil‑menengah, Grand Pilot ini ditujukan untuk kementerian/lembaga (K/L) dengan struktur birokrasi yang lebih kompleks, keputusan berdampak luas, dan kebutuhan akuntabilitas publik yang tinggi. Desain ini mengintegrasikan seluruh instrumen PDG—IPDG 47, DQI, ETD, dan PDRR—untuk menghasilkan bukti empiris yang kuat.

1.1 Rasional

AspekPenjelasan
Skala DampakKeputusan kementerian mempengaruhi jutaan masyarakat dan triliunan rupiah APBN
KompleksitasBirokrasi multi‑level, lintas unit, dan tekanan politik
Kebutuhan BuktiUntuk advokasi kebijakan nasional, diperlukan bukti kausal yang kuat
ReplikabilitasKeberhasilan di level kementerian dapat direplikasi ke K/L lain

1.2 Tujuan Strategis

  1. Mengukur dampak kausal PDG terhadap kualitas kebijakan di lingkungan kementerian.
  2. Mengidentifikasi kondisi kontekstual yang mempengaruhi efektivitas PDG (faktor kepemimpinan, kapasitas, budaya birokrasi).
  3. Menghasilkan bukti empiris yang cukup untuk advokasi kebijakan nasional (replikasi ke seluruh K/L).
  4. Menguji instrumen IPDG 47, DQI, ETD, dan PDRR dalam skala besar dan lintas unit.
  5. Membangun kapasitas internal kementerian dalam menerapkan PDG secara berkelanjutan.
  6. Menguji hipotesis ABUWT dalam konteks pemerintahan.

II. DESAIN PENELITIAN

2.1 Model: Clustered Quasi‑Experimental Design

AspekSpesifikasi
DesainNon‑equivalent groups, pretest‑posttest with control
Unit AnalisisDirektorat (bukan individu) – tidak mungkin randomisasi penuh karena pertimbangan politis dan operasional
KelompokTreatment (2–3 direktorat) vs Control (2–3 direktorat)
Durasi18 bulan (6 bulan baseline + 12 bulan intervensi)

2.2 Struktur Kelompok

KelompokJumlahPerlakuanCatatan
Treatment A1‑2 direktoratPDG penuh (semua pilar + SCP formal + ETD terukur)Direktorat dengan kapasitas tinggi, kesiapan baik
Treatment B1‑2 direktoratPDG terbatas (pilar terpilih, tanpa SCP formal, ETD minimal)Direktorat dengan kapasitas sedang
Control2‑3 direktoratProses perencanaan biasa (tanpa intervensi PDG)Tidak ada intervensi

Catatan: Variasi treatment memungkinkan analisis dosis‑respons (dose‑response analysis) dan identifikasi komponen PDG mana yang paling efektif.

2.3 Kriteria Seleksi Direktorat

KriteriaPrioritasPenjelasan
Jenis keputusanTinggiMenangani kebijakan strategis, bukan hanya layanan rutin
Volume keputusanSedangMinimal 8–10 keputusan signifikan per tahun
Kesediaan pimpinanTinggiDirektur menyetujui dan berkomitmen
Kapasitas SDMSedangMemiliki staf perencana yang memadai (minimal 3 orang)
KeterwakilanSedangMewakili variasi fungsi (teknis, perencanaan, pengawasan, anggaran)

III. TAHAP IMPLEMENTASI

3.1 Tahap 1: Persiapan dan Baseline (6 bulan)

BulanAktivitasOutput
1‑2• Advokasi dan sosialisasi ke pimpinan eselon I
• Seleksi direktorat treatment dan control
• Penandatanganan komitmen (MoU)
MoU, SK Tim Pilot, komitmen tertulis
3• Pelatihan dasar PDG untuk tim treatment
• Penyusunan instrumen baseline (IPDG 47, DQI, ETD)
• Identifikasi keputusan yang akan diukur
Tim terlatih, instrumen siap, daftar keputusan
4‑6• Pengukuran baseline IPDG untuk semua direktorat
• Pengukuran DQI untuk keputusan 12 bulan terakhir (retrospektif)
• Pengukuran ETD baseline
• Wawancara awal (opsional)
Data baseline lengkap

3.2 Tahap 2: Intervensi (12 bulan)

BulanAktivitas TreatmentAktivitas Control
7‑9• Implementasi PDG penuh (semua pilar)
• SCP untuk setiap keputusan strategis
• Pendampingan intensif oleh fasilitator
• Pengukuran ETD setiap keputusan
• Proses perencanaan biasa
• Tidak ada intervensi
• Tetap mencatat keputusan
10‑12• Implementasi berkelanjutan
• Monitoring dan evaluasi berkala
• Penyesuaian berdasarkan umpan balik
• Pengukuran DQI interim
• Proses perencanaan biasa
• Tetap mencatat keputusan
13‑15• Implementasi lanjutan
• Pengukuran DQI untuk setiap keputusan
• Dokumentasi proses dan dissent
• Proses perencanaan biasa
• Tetap mencatat keputusan
16‑18• Implementasi final
• Pengukuran DQI akhir
• Dokumentasi lengkap
• Proses perencanaan biasa
• Pengukuran DQI akhir

3.3 Tahap 3: Evaluasi dan Diseminasi (6 bulan)

BulanAktivitasOutput
19‑20• Pengukuran post‑test IPDG untuk semua direktorat
• Pengumpulan data DQI periode intervensi
• Pengumpulan data ETD seluruh periode
• Wawancara mendalam dengan tim treatment
Data post‑test lengkap
21‑22• Analisis data kuantitatif (DiD, regresi, SEM)
• Analisis kualitatif (studi kasus, wawancara)
• Perhitungan PDRR awal
Draft laporan, temuan awal
23‑24• Penyusunan laporan akhir
• Presentasi ke pimpinan kementerian
• Seminar diseminasi
• Publikasi working paper
Laporan final, policy brief, draft artikel jurnal

IV. INTERVENSI PDG

4.1 Paket Intervensi Treatment A (PDG Penuh)

KomponenDeskripsiFrekuensiInstrumen
Framing Governance• Template analisis akar masalah wajib
• Sesi counter‑framing setiap proposal besar
• Validasi framing oleh unit independen
Per proposalTemplate analisis masalah, CFT
Option Architecture• Kewajiban minimal 3 opsi substantif
• Template analisis trade‑off
• Analisis skenario (optimis, moderat, pesimis)
Per proposalTemplate multi‑opsi, MOMT
Information Filtering• Verifikasi data oleh unit berbeda
• Checklist audit data
• Deklarasi konflik kepentingan
• Pengujian asumsi formal
Per proposalChecklist audit, ATT
Deliberative Structure• SCP (Structured Challenge Protocol) untuk semua keputusan strategis
• Tim Penantang tetap (3 orang, rotasi per semester)
• Aturan "last word by leader"
• Dokumentasi dissent wajib
Setiap rapatSOP SCP, formulir SCP, SDT
Pre‑Mortem• Pre‑mortem analysis untuk keputusan bernilai > Rp 50 MOpsionalDSG13, panduan pre‑mortem
Dokumentasi• Formulir IPDG untuk setiap keputusan
• Log dissent
• DQI pasca‑keputusan (1 dan 6 bulan setelah)
Per keputusanIPDG 47, DQI, ETD
ETD• Pengukuran rutin waktu keterlibatan auditor/publik
• Dokumentasi pengungkapan risiko
• Komunikasi dissent
Per keputusanFormulir ETD

4.2 Paket Intervensi Treatment B (PDG Terbatas)

KomponenDeskripsiKeterangan
Framing GovernanceTemplate analisis masalah sederhana, tanpa counter‑framing formalDisederhanakan
Option ArchitectureKewajiban minimal 2 opsi, tanpa analisis trade‑off mendalamDibatasi
Information FilteringChecklist verifikasi data sederhana, tanpa pemisahan unitDisederhanakan
Deliberative StructureTanpa SCP formal, hanya mendorong dissent informal, tanpa dokumentasi wajibTidak ada
ETDDiukur tetapi tidak menjadi target perbaikanPasif

4.3 Peran dan Tanggung Jawab

PeranTanggung JawabPenunjukan
Koordinator PilotMengawal seluruh proses, koordinasi dengan pimpinanPejabat eselon II yang ditunjuk
Fasilitator PDGPendampingan teknis, pelatihan, monitoringTim Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust / akademisi mitra
Tim PenantangMelaksanakan SCP, memberikan masukan kritisPejabat eselon III/IV lintas unit, rotasi
Tim PengukuranMengumpulkan data IPDG, DQI, ETD, PDRRStaf perencanaan yang dilatih
Evaluator IndependenMelakukan pengukuran baseline dan post‑test, analisis dataPihak ketiga (universitas/lembaga riset)
Komite PengarahPengawasan strategis, advokasi kebijakanPejabat eselon I + perwakilan Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust

V. VARIABEL DAN INSTRUMEN PENGUKURAN

5.1 Variabel Utama

VariabelDefinisiInstrumenSkalaFrekuensi
Kualitas Proses Pra‑KeputusanSejauh mana direktorat menerapkan keempat pilar PDGIPDG 47 (dengan DSG13 pre‑mortem)1‑5 per indikator, komposit 0‑100Baseline, post‑test
Kualitas KeputusanKetahanan, akurasi, dan dampak keputusan pasca‑implementasiDQI (5 dimensi, 25 indikator)0‑1001 dan 6 bulan setelah keputusan
Transparansi TemporalKedalaman transparansi sebelum keputusan finalETD (3 dimensi)0‑8 (0‑100)Per keputusan
Tingkat ReversalPersentase keputusan dibatalkan karena cacat analisisPDRR%Tahunan

5.2 Variabel Kontrol

VariabelRasionalSumber Data
Kapasitas SDMJumlah staf, tingkat pendidikan, pengalamanData kepegawaian
AnggaranBesaran anggaran direktoratData DIPA
Kompleksitas TugasJumlah program, cakupan wilayahDokumen Renstra
Dukungan PimpinanSkor komitmen direktur (dinilai fasilitator)Observasi, wawancara
Budaya OrganisasiSkor budaya (survei singkat)Survei awal

5.3 Timeline Pengukuran

VariabelBaseline (Bulan 4‑6)Intervensi (Bulan 7‑18)Post‑test (Bulan 19‑20)
IPDG 47✅ (semua direktorat)✅ (semua direktorat)
DQI✅ (retrospektif 12 bulan)✅ (setiap keputusan)✅ (keputusan periode intervensi)
ETD✅ (retrospektif)✅ (setiap keputusan)✅ (rekapitulasi)
PDRR✅ (dihitung setelah 2 tahun)
Variabel kontrol✅ (cek perubahan)

VI. ANALISIS DATA

6.1 Model Ekonometrik Utama: Difference‑in‑Differences (DiD)

Spesifikasi Model:

Yit = α + β₁ Treatmenti + β₂ Postt + β₃ (Treatmenti × Postt) + γ Xit + εit

di mana:

  • Yit : Skor DQI direktorat i pada waktu t
  • Treatmenti : Dummy untuk kelompok treatment (1 = treatment, 0 = control)
  • Postt : Dummy untuk periode setelah intervensi (1 = post, 0 = pre)
  • Treatmenti × Postt : Interaksi, koefisien β₃ adalah estimasi dampak treatment
  • Xit : Vektor variabel kontrol
  • εit : Error term

6.2 Model Tambahan: Multilevel Modeling

Untuk mengakomodasi struktur hierarkis (keputusan bersarang dalam direktorat):

Yij = β0j + β₁ PDGij + β₂ Xij + εij
β0j = γ00 + γ01 Zj + u0j

di mana Yij adalah skor DQI keputusan i di direktorat j, dan Zj adalah karakteristik direktorat.

6.3 Analisis Mediasi

Untuk menguji apakah efek PDG terhadap DQI dimediasi oleh peningkatan ETD:

DQI = β₀ + β₁ IPDG + ε
ETD = γ₀ + γ₁ IPDG + μ
DQI = δ₀ + δ₁ IPDG + δ₂ ETD + ν

6.4 Uji Robustness

UjiTujuanMetode
Placebo testMenguji apakah efek muncul pada periode sebelum intervensiDiD dengan periode palsu (fiktif)
Sensitivity analysisMenguji sensitivitas terhadap pemilihan sampelRosenbaum bounds
MatchingMengurangi bias seleksiPropensity score matching
Fixed effectsMengontrol karakteristik direktorat yang tidak berubahFixed effects model

6.5 Analisis Kualitatif

MetodeTujuanSumber Data
Studi kasusMemahami mekanisme kausal secara mendalamWawancara, observasi, dokumen
Analisis dissentMenilai kualitas deliberasiFormulir dissent, notulen rapat
Analisis hambatanMengidentifikasi faktor yang mempengaruhi implementasiWawancara, FGD
Analisis PDRRMemahami penyebab reversalDokumen evaluasi, wawancara

VII. ESTIMASI SAMPEL DAN POWER ANALYSIS

7.1 Jumlah Direktorat

KelompokJumlahKeputusan per Direktorat per TahunTotal Observasi (18 bulan)
Treatment A28‑1032‑40
Treatment B28‑1032‑40
Control48‑1064‑80
Total8128‑160

7.2 Power Analysis

ParameterNilaiKeterangan
Effect size (Cohen's d)0,5Sedang (berdasarkan studi eksperimental sebelumnya)
Alpha0,05Tingkat signifikansi
Power0,80Probabilitas mendeteksi efek jika ada
Jumlah cluster8Direktorat
Observasi per cluster16‑20Keputusan
ICC0,10Intra‑cluster correlation coefficient
Minimum detectable effect0,6Dalam satuan standar deviasi

Dengan konfigurasi ini, desain memiliki power yang memadai untuk mendeteksi efek sedang‑besar.

VIII. RISIKO DAN MITIGASI

RisikoProbabilitasDampakMitigasi
Resistensi pimpinanTinggiTinggi• Advokasi intensif sejak awal • Framing sebagai "peningkatan kinerja", bukan "pengawasan" • Libatkan pimpinan dalam komite pengarah • Tunjukkan manfaat jangka pendek
Rotasi pejabatSedangTinggi• Dokumentasi proses yang baik • Onboarding cepat untuk pejabat baru • Libatkan eselon II sebagai anchor • Buat manual dan video panduan
Beban kerja berlebihSedangSedang• Sederhanakan protokol • Beri insentif non‑finansial (apresiasi, pengakuan) • Integrasikan dengan sistem yang ada
FormalismeSedangTinggi• Audit kualitas proses • Ukur IPDG dan DQI • Fokus pada substansi, bukan kelengkapan • Gunakan wawancara sebagai validasi
Data tidak lengkapRendahSedang• Monitoring ketat • Follow‑up rutin • Cadangan data dari sumber lain • Gunakan multiple imputation jika perlu
Tekanan politikSedangTinggi• Jaga independensi evaluator • Anonimisasi data jika perlu • Fokus pada pembelajaran, bukan siapa yang salah • Libatkan akademisi sebagai penyeimbang
Kelebihan ETDRendahRendah• Sederhanakan pengukuran • Latih pengisi formulir
PDRR sulit dihitungSedangSedang• Kumpulkan data dari awal • Definisikan "cacat analisis" dengan jelas

IX. OUTPUT DAN LUARAN

9.1 Output Langsung

NoOutputTarget WaktuPenerima
1Dataset IPDG 47 (minimal 120 observasi)Bulan 20Tim riset, akademisi
2Dataset DQI (minimal 120 observasi)Bulan 20Tim riset, akademisi
3Dataset ETD (minimal 120 observasi)Bulan 20Tim riset, akademisi
4Perhitungan PDRR per direktoratBulan 22Manajemen risiko
5Laporan hasil pilot (70‑100 halaman)Bulan 22Kementerian, Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust
6Policy brief (2‑3 halaman)Bulan 23Pimpinan kementerian, KemenPANRB, Bappenas
7Draft artikel jurnal (Q1)Bulan 24Jurnal akademik
8Rekomendasi kebijakan nasionalBulan 24Kementerian, Presiden

9.2 Luaran Strategis

LuaranManfaat
Publikasi Q1Bukti kausal yang diakui komunitas global
Adopsi kebijakanReplikasi ke seluruh unit/kementerian lain
Kapasitas internalSDM kementerian terlatih PDG
Jaringan risetKolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset
Validasi instrumenIPDG 47, DQI, ETD, PDRR teruji di lapangan

X. ETIKA DAN IZIN

10.1 Prinsip Etik

PrinsipImplementasi
Informed consentSemua peserta mendapat penjelasan dan menyetujui partisipasi
KerahasiaanData individu dianonimkan, hanya data agregat yang dipublikasi
No harmIntervensi dirancang tidak merugikan peserta
TransparansiHasil pilot dibuka untuk peserta dan publik
ManfaatHasil penelitian digunakan untuk perbaikan sistem

10.2 Izin yang Diperlukan

IzinInstitusiWaktuKeterangan
Izin Menteri/SekjenKementerian terkaitH‑60Izin pelaksanaan pilot di lingkungan kementerian
Izin penggunaan dataUnit data kementerianH‑45Akses ke data perencanaan dan evaluasi
Izin etikKomisi etik universitas mitraH‑45Jika melibatkan data sensitif
Kesepakatan direktoratDirektorat terpilihH‑30Komitmen partisipasi

XI. TIM PELAKSANA

PeranKualifikasiJumlahAsal
Principal InvestigatorPhD di bidang governance/public policy/economics1Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust / universitas mitra
Co‑InvestigatorPhD/akademisi senior2‑3Universitas mitra
Fasilitator PDGTerlatih dalam PDG, SCP, dan instrumen terkait3‑4Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust
Enumerator/Asisten RisetMahasiswa S2/S34‑6Universitas mitra
Data AnalystMenguasai Stata/R, DiD, multilevel, SEM2Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust / universitas
AdministratorMengelola logistik dan dokumen2Kementerian / Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust

XII. ANGGARAN INDIKATIF

PosRincianEstimasi (Rp)
Honor timPI, Co‑I, fasilitator, enumerator, analis (24 bulan)800.000.000
PelatihanModul, konsumsi, fasilitator, venue100.000.000
Perjalanan dinasKoordinasi, monitoring, FGD, seminar150.000.000
Pengolahan dataSoftware, lisensi, publikasi, open access75.000.000
Laporan dan diseminasiCetak, seminar, publikasi, policy brief75.000.000
Kontingensi10%120.000.000
Total1.320.000.000

Catatan: Anggaran dapat bervariasi tergantung skala, dukungan in‑kind dari kementerian, dan skema pendanaan. Sumber pendanaan potensial: hibah riset (Kemendikbudristek, LPDP), kerjasama dengan lembaga internasional, atau anggaran reformasi birokrasi kementerian.

XIII. JADWAL KESELURUHAN

BulanAktivitasPIC
1‑6Advokasi, seleksi, baselineTim inti + kementerian
7‑18IntervensiFasilitator + tim treatment
19‑24Evaluasi, analisis, laporanTim inti
25‑27Diseminasi, publikasiTim inti + kementerian

XIV. KESIMPULAN

Grand Pilot Kementerian dengan desain quasi‑eksperimental ini menawarkan pendekatan yang realistis namun robust untuk menguji efektivitas Pre‑Decision Governance di lingkungan pemerintahan. Dengan menggabungkan metode kuantitatif (DiD, multilevel modeling, SEM) dan kualitatif (studi kasus, wawancara), desain ini mampu menghasilkan bukti kausal yang kuat sekaligus pemahaman mendalam tentang mekanisme dan hambatan implementasi.

Kekuatan Desain:

AspekKeunggulan
Validitas internal tinggiDiD mengurangi bias seleksi, kontrol variabel, uji robustness
Validitas eksternal baikReplikabel di K/L lain, konteks pemerintahan nyata
Kombinasi kuantitatif‑kualitatifMenjawab "apa" dan "mengapa"
Antisipasi risikoMitigasi untuk resistensi, rotasi, formalisme
Output strategisPublikasi Q1 dan advokasi kebijakan
Instrumen terujiIPDG 47, DQI, ETD, PDRR terintegrasi

Keterbatasan yang Diakui:

  • ❌ Randomisasi tidak sempurna – Quasi‑eksperimen, bukan RCT
  • ❌ Jumlah cluster terbatas – 8 direktorat
  • ❌ Ketergantungan pada komitmen pimpinan – Risiko utama
  • ❌ Waktu panjang – 27 bulan total

Dengan mitigasi yang tepat, Grand Pilot ini dapat menjadi tonggak penting dalam perjalanan PDG dari teori ke praktik, dan dari bukti lokal ke advokasi nasional. Keberhasilan pilot ini akan membuka jalan bagi adopsi PDG secara luas di seluruh kementerian/lembaga, serta menjadi model bagi negara‑negara lain yang ingin mereformasi tata kelola pra‑keputusan mereka.