LAMPIRAN B: DECISION QUALITY INDEX (DQI)
Versi: 2.0 – Final untuk Publikasi (dengan Rubrik Detail) | Tanggal: 21 Februari 2026
I. PENGANTAR
Decision Quality Index (DQI) adalah instrumen pengukuran yang dikembangkan untuk mengoperasionalkan kualitas keputusan sebagai variabel dependen dalam kerangka Pre‑Decision Governance (PDG). Jika Indeks Pre‑Decision Governance (IPDG) mengukur kualitas proses pra‑keputusan, maka DQI mengukur kualitas hasil keputusan setelah diimplementasikan.
DQI dirancang untuk menjawab pertanyaan: "Seberapa baik keputusan ini, dilihat dari berbagai dimensi outcome?" Instrumen ini tidak hanya mengukur apakah keputusan mencapai target awal, tetapi juga ketahanannya terhadap perubahan, kemampuannya untuk dikoreksi, dan dampaknya terhadap pemangku kepentingan.
DQI terdiri dari 5 dimensi dengan total 25 indikator (5 indikator per dimensi). Setiap indikator diukur menggunakan skala Likert 5 poin dengan rubrik deskriptif untuk menghindari bias penilai dan meningkatkan reliabilitas antar‑penilai. Hasil akhir berupa skor komposit 0–100 yang mencerminkan kualitas keputusan secara keseluruhan.
II. LANDASAN TEORETIS
DQI dikembangkan berdasarkan sintesis literatur tentang evaluasi kebijakan, manajemen proyek, dan akuntabilitas hasil. Kelima dimensinya mencerminkan aspek‑aspek kunci yang membedakan keputusan berkualitas dari keputusan yang sekadar memenuhi target administratif:
| Dimensi | Fokus Pengukuran | Literatur Acuan |
|---|---|---|
| Outcome Robustness | Ketahanan keputusan terhadap deviasi dari rencana | Flyvbjerg (2014), Merrow (2011) |
| Ex‑Post Expert Evaluation | Penilaian independen oleh panel ahli | Suchman (1967), Scriven (1991) |
| Error Correction Efficiency | Kemampuan mendeteksi dan memperbaiki kesalahan | Argyris & Schön (1978), Senge (1990) |
| Strategic Alignment | Kesesuaian dengan mandat dan tujuan organisasi | Kaplan & Norton (1996), Drucker (1954) |
| External Impact | Dampak terhadap pemangku kepentingan eksternal | Freeman (1984), Clarkson (1995) |
III. PETUNJUK PENGISIAN
- Instrumen ini diisi berdasarkan satu keputusan strategis yang telah diimplementasikan minimal 6–12 bulan yang lalu.
- Pengisian sebaiknya dilakukan oleh tim evaluasi internal atau panel independen yang memiliki akses terhadap data implementasi.
- Untuk setiap indikator, pilih nilai 1–5 yang paling sesuai dengan kondisi riil, dengan merujuk pada rubrik yang disediakan.
- Jika data tidak tersedia untuk indikator tertentu, indikator tersebut dapat dikeluarkan dari perhitungan dengan catatan dan penjelasan.
- DQI bersifat evaluatif‑summatif; hasilnya digunakan untuk pembelajaran organisasi, bukan untuk menghukum individu.
IV. DIMENSI DAN INDIKATOR DENGAN RUBRIK DETAIL
DIMENSI 1: OUTCOME ROBUSTNESS (D1)
Mengukur ketahanan keputusan terhadap deviasi dari rencana awal.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| D1.1 | Deviasi Waktu – Perbandingan antara waktu penyelesaian aktual dengan rencana awal. | 1: >50% lebih lambat dari rencana. 3: 10–25% lebih lambat. 5: Sesuai rencana atau lebih cepat. |
| D1.2 | Deviasi Anggaran – Perbandingan antara realisasi anggaran dengan rencana awal. | 1: >30% overrun (pembengkakan). 3: 10–20% overrun. 5: Sesuai anggaran atau di bawah. |
| D1.3 | Frekuensi Revisi Kebijakan – Jumlah revisi signifikan dalam periode implementasi. | 1: >5 revisi. 3: 2–3 revisi. 5: 0–1 revisi. |
| D1.4 | Ketahanan terhadap Shock Eksternal – Apakah keputusan tetap relevan setelah terjadi perubahan lingkungan yang signifikan (misal: krisis ekonomi, pandemi, perubahan regulasi)? | 1: Tidak relevan / gagal total. 3: Sebagian relevan, perlu penyesuaian besar. 5: Sepenuhnya relevan, tetap berjalan baik. |
| D1.5 | Pencapaian Target Utama – Persentase pencapaian target utama yang ditetapkan. | 1: <50%. 3: 70–80%. 5: >90%. |
DIMENSI 2: EX‑POST EXPERT EVALUATION (D2)
Penilaian oleh panel ahli independen yang tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Penilaian sebaiknya dilakukan oleh minimal 2–3 ahli, skor dirata‑rata. Inter‑rater reliability harus ≥ 0,7.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| D2.1 | Kualitas Logika Internal – Apakah hubungan sebab‑akibat dalam keputusan ini logis dan koheren menurut penilaian ahli? | 1: Tidak logis, banyak kelemahan fundamental. 3: Cukup logis, beberapa kelemahan minor. 5: Sangat logis, koheren, dan kuat. |
| D2.2 | Kecukupan Bukti – Apakah keputusan didukung oleh bukti yang memadai? | 1: Tidak ada bukti, hanya opini. 3: Ada bukti tetapi terbatas atau kurang kuat. 5: Bukti kuat, beragam, dan terverifikasi. |
| D2.3 | Ketepatan Antisipasi Risiko – Seberapa baik risiko‑risiko utama telah diantisipasi dalam perencanaan? | 1: Risiko utama tidak diantisipasi sama sekali. 3: Sebagian risiko diantisipasi, mitigasi lemah. 5: Semua risiko utama diantisipasi dengan mitigasi kuat. |
| D2.4 | Kualitas Justifikasi Trade‑off – Apakah alasan memilih opsi tertentu dibanding alternatif lain dijelaskan dengan baik? | 1: Tidak ada justifikasi. 3: Ada justifikasi tetapi dangkal. 5: Justifikasi jelas, komprehensif, dan berdasarkan analisis. |
| D2.5 | Kesiapan Skenario – Seberapa baik keputusan ini mempersiapkan skenario alternatif? | 1: Tidak ada persiapan skenario. 3: Ada skenario tetapi tidak detail. 5: Skenario lengkap (optimis, moderat, pesimis) dan terdokumentasi. |
DIMENSI 3: ERROR CORRECTION EFFICIENCY (D3)
Mengukur kemampuan organisasi dalam mendeteksi dan memperbaiki kesalahan.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| D3.1 | Kecepatan Deteksi Error – Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi kesalahan atau deviasi signifikan sejak pertama kali terjadi? | 1: >12 bulan. 3: 3–6 bulan. 5: <1 bulan. |
| D3.2 | Responsivitas terhadap Umpan Balik – Seberapa cepat organisasi merespons temuan atau kritik dari internal maupun eksternal? | 1: Tidak direspons. 3: Direspons lambat (>3 bulan). 5: Direspons segera (<1 bulan). |
| D3.3 | Transparansi Koreksi – Apakah proses koreksi dilakukan secara terbuka dan terdokumentasi? | 1: Tertutup, tidak ada dokumentasi. 3: Sebagian terbuka, dokumentasi minimal. 5: Sepenuhnya terbuka, terdokumentasi rapi. |
| D3.4 | Biaya Koreksi – Seberapa besar biaya tambahan yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan dibandingkan anggaran awal? | 1: Sangat besar (>30% dari anggaran). 3: Sedang (10–20%). 5: Minimal (<5%). |
| D3.5 | Pembelajaran dari Kesalahan – Apakah kesalahan didokumentasikan dan menjadi bahan pembelajaran untuk keputusan berikutnya? | 1: Tidak pernah. 3: Kadang‑kadang, tidak sistematis. 5: Selalu, ada mekanisme formal. |
DIMENSI 4: STRATEGIC ALIGNMENT (D4)
Mengukur kesesuaian keputusan dengan mandat dan tujuan organisasi.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| D4.1 | Kesesuaian dengan Mandat Organisasi – Apakah keputusan ini sejalan dengan mandat dan fungsi organisasi? | 1: Bertentangan dengan mandat. 3: Sejalan sebagian. 5: Sepenuhnya sejalan dan memperkuat mandat. |
| D4.2 | Konsistensi dengan Rencana Strategis – Apakah keputusan ini mendukung pencapaian rencana strategis organisasi? | 1: Tidak konsisten, bahkan menghambat. 3: Konsisten sebagian. 5: Sangat konsisten dan menjadi prioritas. |
| D4.3 | Kontribusi terhadap Visi Jangka Panjang – Seberapa besar kontribusi keputusan ini terhadap visi jangka panjang? | 1: Tidak berkontribusi / kontraproduktif. 3: Berkontribusi sedang. 5: Berkontribusi signifikan. |
| D4.4 | Integrasi dengan Kebijakan Lain – Apakah keputusan ini terintegrasi dengan baik dengan kebijakan atau program lain? | 1: Tidak terintegrasi, tumpang tindih/konflik. 3: Terintegrasi sebagian. 5: Terintegrasi penuh dan sinergis. |
| D4.5 | Keberlanjutan – Apakah keputusan ini dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang? | 1: Tidak ada pertimbangan keberlanjutan. 3: Ada pertimbangan tetapi lemah. 5: Dirancang dengan analisis keberlanjutan yang kuat. |
DIMENSI 5: EXTERNAL IMPACT (D5)
Mengukur dampak keputusan terhadap pemangku kepentingan eksternal.
| No | Indikator | Rubrik Penilaian |
|---|---|---|
| D5.1 | Kepuasan Pemangku Kepentingan – Seberapa puas pemangku kepentingan utama (pelanggan, publik, mitra) dengan hasil keputusan ini? | 1: Sangat tidak puas (banyak keluhan). 3: Cukup puas (beberapa keluhan minor). 5: Sangat puas (tidak ada keluhan, apresiasi). |
| D5.2 | Intensitas Sengketa – Apakah keputusan ini memicu sengketa atau keberatan formal? | 1: Sengketa besar (gugatan hukum, protes massal). 3: Sengketa kecil (keberatan individu). 5: Tidak ada sengketa. |
| D5.3 | Temuan Audit Eksternal – Apakah ada temuan signifikan dari audit eksternal terkait keputusan ini? | 1: Temuan berat (kerugian negara, pelanggaran hukum). 3: Temuan ringan (administratif). 5: Tidak ada temuan. |
| D5.4 | Dampak Media dan Publik – Bagaimana pemberitaan media dan persepsi publik terhadap keputusan ini? | 1: Sangat negatif. 3: Netral / campuran. 5: Sangat positif. |
| D5.5 | Kepatuhan terhadap Regulasi – Apakah keputusan ini memenuhi seluruh persyaratan regulasi yang berlaku? | 1: Tidak patuh (ada sanksi). 3: Patuh sebagian. 5: Patuh sepenuhnya. |
V. SKORING DAN INTERPRETASI
5.1 Menghitung Skor per Dimensi
| Dimensi | Jumlah Indikator | Skor Total | Rata‑rata Dimensi |
|---|---|---|---|
| Outcome Robustness (D1) | 5 | ___ / 25 | ___ / 5 |
| Ex‑Post Expert Evaluation (D2) | 5 | ___ / 25 | ___ / 5 |
| Error Correction Efficiency (D3) | 5 | ___ / 25 | ___ / 5 |
| Strategic Alignment (D4) | 5 | ___ / 25 | ___ / 5 |
| External Impact (D5) | 5 | ___ / 25 | ___ / 5 |
5.2 Menghitung DQI Komposit
Rumus dengan pembobotan (berdasarkan hasil kajian literatur dan expert judgment):
DQI = (D1 × 25%) + (D2 × 25%) + (D3 × 15%) + (D4 × 20%) + (D5 × 15%)
di mana D1..D5 adalah rata‑rata skor per dimensi dalam skala 1–5.
Untuk konversi ke skala 0–100: DQI₁₀₀ = DQI × 20
5.3 Interpretasi Skor DQI
VI. FORMULIR DQI (VERSI CETAK)
📋 FORMULIR DECISION QUALITY INDEX (DQI)
| Nama Keputusan: _________________________________________ |
| Unit/Organisasi: _________________________________________ |
| Tanggal Keputusan: _________________________________________ |
| Tanggal Evaluasi: _________________________________________ |
| Tim Evaluator: 1. _________________ 2. _________________ 3. _________________ |
DIMENSI 1: OUTCOME ROBUSTNESS (D1)
| No | Indikator | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| D1.1 | Deviasi Waktu | □ | □ | □ | □ | □ |
| D1.2 | Deviasi Anggaran | □ | □ | □ | □ | □ |
| D1.3 | Frekuensi Revisi Kebijakan | □ | □ | □ | □ | □ |
| D1.4 | Ketahanan terhadap Shock Eksternal | □ | □ | □ | □ | □ |
| D1.5 | Pencapaian Target Utama | □ | □ | □ | □ | □ |
Skor D1 = (Total) / 5 = _____ / 5
Bukti Pendukung: _________________________________________________
DIMENSI 2: EX‑POST EXPERT EVALUATION (D2)
(Diisi oleh panel ahli independen)
| No | Indikator | Ahli 1 | Ahli 2 | Ahli 3 | Rata‑rata | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| D2.1 | Kualitas Logika Internal | ___ | ___ | ___ | ___ | ||
| D2.2 | Kecukupan Bukti | ___ | ___ | ___ | ___ | ||
| D2.3 | Ketepatan Antisipasi Risiko | ___ | ___ | ___ | ___ | ||
| D2.4 | Kualitas Justifikasi Trade‑off | ___ | ___ | ___ | ___ | ||
| D2.5 | Kesiapan Skenario | ___ | ___ | ___ | ___ | ||
| Total per Ahli | ___ | ___ | ___ | ||||
Skor D2 (Rata‑rata antar Ahli) = ___ / 5
DIMENSI 3: ERROR CORRECTION EFFICIENCY (D3)
| No | Indikator | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| D3.1 | Kecepatan Deteksi Error | □ | □ | □ | □ | □ |
| D3.2 | Responsivitas terhadap Umpan Balik | □ | □ | □ | □ | □ |
| D3.3 | Transparansi Koreksi | □ | □ | □ | □ | □ |
| D3.4 | Biaya Koreksi | □ | □ | □ | □ | □ |
| D3.5 | Pembelajaran dari Kesalahan | □ | □ | □ | □ | □ |
Skor D3 = (Total) / 5 = _____ / 5
Bukti Pendukung: _________________________________________________
DIMENSI 4: STRATEGIC ALIGNMENT (D4)
| No | Indikator | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| D4.1 | Kesesuaian dengan Mandat Organisasi | □ | □ | □ | □ | □ |
| D4.2 | Konsistensi dengan Rencana Strategis | □ | □ | □ | □ | □ |
| D4.3 | Kontribusi terhadap Visi Jangka Panjang | □ | □ | □ | □ | □ |
| D4.4 | Integrasi dengan Kebijakan Lain | □ | □ | □ | □ | □ |
| D4.5 | Keberlanjutan | □ | □ | □ | □ | □ |
Skor D4 = (Total) / 5 = _____ / 5
Bukti Pendukung: _________________________________________________
DIMENSI 5: EXTERNAL IMPACT (D5)
| No | Indikator | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| D5.1 | Kepuasan Pemangku Kepentingan | □ | □ | □ | □ | □ |
| D5.2 | Intensitas Sengketa | □ | □ | □ | □ | □ |
| D5.3 | Temuan Audit Eksternal | □ | □ | □ | □ | □ |
| D5.4 | Dampak Media dan Publik | □ | □ | □ | □ | □ |
| D5.5 | Kepatuhan terhadap Regulasi | □ | □ | □ | □ | □ |
Skor D5 = (Total) / 5 = _____ / 5
Bukti Pendukung: _________________________________________________
REKAPITULASI DAN SKOR AKHIR
| Dimensi | Rata‑rata (1–5) | Bobot | Skor Tertimbang |
|---|---|---|---|
| D1: Outcome Robustness | ___ | 25% | ___ |
| D2: Ex‑Post Expert Evaluation | ___ | 25% | ___ |
| D3: Error Correction Efficiency | ___ | 15% | ___ |
| D4: Strategic Alignment | ___ | 20% | ___ |
| D5: External Impact | ___ | 15% | ___ |
| DECISION QUALITY INDEX (DQI) | ___ / 5 | ||
DQI (skala 0–100) = DQI × 20 = _____ / 100
Kategori: □ Sangat Baik □ Baik □ Cukup □ Lemah □ Sangat Lemah
Catatan dan Pembelajaran:
___________________________________________________________
___________________________________________________________
___________________________________________________________
Tanda Tangan Tim Evaluator:
1. _________________ (Nama, Jabatan)
2. _________________ (Nama, Jabatan)
3. _________________ (Nama, Jabatan)
Tanggal: _________________
VII. CATATAN PENTING
- DQI dirancang sebagai instrumen evaluasi, bukan penghakiman. Gunakan hasilnya untuk pembelajaran organisasi dan perbaikan proses ke depan, bukan untuk mencari kesalahan individu.
- Kombinasikan dengan IPDG untuk mendapatkan gambaran utuh: IPDG mengukur kualitas proses, DQI mengukur kualitas hasil. Hubungan antara keduanya dapat diuji secara empiris.
- Untuk keputusan yang melibatkan AI, tambahkan dimensi khusus seperti keadilan algoritmik, transparansi, dan kedaulatan manusia (dapat merujuk pada ABMGT, AITEMT, HILDST).
- Dokumentasi sangat penting. Setiap skor harus didukung oleh bukti dokumenter yang memadai untuk memastikan objektivitas penilaian.
- Hubungan dengan variabel turunan ABUWT:
- Post‑Decision Reversal Rate (PDRR) dapat dihitung sebagai indikator tambahan dari dimensi D1 dan D3.
- Decision Traceability Index (DTI) berkorelasi dengan ketersediaan bukti pendukung dalam penilaian DQI.
- Lisensi: Instrumen ini dilisensikan di bawah CC BY‑NC‑SA 4.0. Anda bebas membagikan dan mengadaptasinya untuk tujuan non‑komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi kepada Accountability‑Based Universal Wisdom and Trust (Cross‑Sector Pre‑Decision Governance Translator) dan membagikan adaptasi dengan lisensi serupa.